Rambut merupakan mahkota, orang akan terlihat cantik atau cakep dengan gaya rambut, untuk itu rambut harus dirawat dengan baik. Kita harus hati-hati bila rambut tiba-tiba rontok, selain diakibatkan perawatan rambut yang salah dan penuaan secara alami, keadaan rambut juga memperlihatkan kondisi kesehatan tubuh. Penyakit seringkali menyebabkan rambut menjadi kusam, rusak dan rontok. Setiap orang pasti pernah mengalami fase rambut rontok.

Tak jarang yang mengkhawatirkan rambut rontok ini bisa mengakibat sesuatu. Sebagian kalangan kadang hanya membiarkan adanya rambut rontok itu. Perlu diketahui, bahwa rambut rontok bisa menimbulkan kebotakan. Inilah hal yang seharusnya untuk anda waspadai, apa mau rambut indah yang anda miliki habis dikarenakan kerusakan. Untuk itu yuk, ketahui masalah dari rambut rontok ini.

Inilah Penyebab Rambut Rontok

Punya rambut yang sehat, indah dan kuat adalah dambaan setiap orang, khususnya perempuan. Tapi, pada kenyatannya nggak sedikit orang yang mengalami masalah kesehatan pada rambutnya. Keluhan yang sering dialami adalah rambut rontok.

Apakah kamu juga mengalami hal yang sama? Banyak dari kalangan masyarakat yang mengalami masalah ini, kerontokan memang kerap terjadi pada siapa saja, bahkan tak jarang setiap dia menyisir rambutnya akan mengalami kerotokan. Walau dikatakan tak bahaya namun jika didiamkan begitu saja tanpa ada pencegahan, anda bakal kehilangan rambut dan mengalami yang namanya kebotakan. Untuk itu ada baiknya untuk mengetahui penyebab rambut rontok. Berikut beberapa penyebab yang harus anda hindari.

1. Shampo

Iklan di TV dan media cetak membuat model terlihat sangat cantik dengan rambut mereka yang tampak sehat dan mengkilap. Tetapi, tidak semua jenis shampo cocok dengan semua jenis rambut. Anda perlu shampo yang ringan dan tidak banyak mengandung bahan kimia. Bila Anda menggunakan sampo yang keras yang tidak dibuat untuk jenis rambut Anda, hal itu bisa menyebabkan rambut rontok.

2. Stres fisik

Setiap jenis kecelakaan atau cedera fisik dapat menyebabkan beberapa kerusakan pada proses pertumbuhan rambut alami dalam tubuh. Kondisi ini disebut sebagai telogen effluvium, di mana seseorang mengalami rambut rontok sementara. Hal ini terjadi sebagai siklus rambut dari fase istirahat ke fase tumbuh. Namun, rambut Anda akan kembali tumbuh, mengikuti proses pemulihan tubuh Anda.

3. Kehamilan

Kehamilan dapat membawa perubahan hormonal dalam tubuh dan beberapa tekanan fisik dan mental atau stres, yang memiliki dampak langsung pada pertumbuhan rambut seseorang. Ini hanya akan terjadi selama masa kehamilan dan terjadi sementara setelah melahirkan. Namun, dengan perawatan yang tepat, pertumbuhan rambut akan tetap dapat dipertahankan.

4. Terlalu banyak bereksperimen

Beberapa orang suka mewarnai rambut dan kemudian mengubahnya setiap beberapa bulan. Ada juga yang suka gonta-ganti gaya rambut, meluruskan rambut, atau bahkan mengeriting rambut. Alat-alat styling menghantarkan banyak panas yang membuat rambut jadi rapuh dan akhirnya menyebabkan rambut rontok. Jadi, jangan terlalu banyak bereksperimen pada rambut karena itu bisa memicu kerontokan.

5. Trikotilomania

Ini mengacu pada suatu kondisi di mana orang memiliki kebiasaan mencabuti rambut. Hal ini dapat menyebabkan area tertentu di kulit kepala menjadi botak. Tentu saja, jika kebiasaan ini bisa dikendalikan, maka rambut bisa tumbuh kembali. Namun, terlalu sering mencabut rambut dapat menyebabkan kebotakan secara permanen.

6. Alasan genetik

Ada faktor keturunan yang terlibat dalam pertumbuhan dan pemeliharaan rambut. Jika anggota keluarga, terutama orangtua Anda memiliki riwayat rambut rontok dan botak, maka kemungkinan besar Anda juga akan mengalami hal yang sama.

7. Menyisir dan mengikat rambut berlebihan

Menyisir dan mengikat rambut berlebihan merupakan stres mekanis yang paling merusak, terutama jika dilakukan pada rambut basah. Kerusakan diakibatkan oleh kekuatan tarikan sisir dan rambut saling terpilin atau terikat. Rambut basah lebih elastis, sehingga lebih mudah patah bila ditarik.

Tarikan pada beberapa model pengikatan rambut bisa menyebabkan rambut rontok hingga kebotakan di area tertentu. Sebagai contoh, model rambut ekor kuda menyebabkan kebotakan di batas frontal (depan) rambut. Model rambut kepang kecil-kecil seperti barisan jagung, menyebabkan kebotakan di bagian tepi dan tengah.

Rambut rontok atau alopesia adalah penurunan jumlah rambut pada kulit kepala. Sebagian besar orang pernah mengalami rambut rontok. Merupakan suatu hal yang normal untuk kehilangan 100 helai rambut per harinya. Namun jika berlebihan, terkadang ada alasan yang seharusnya untuk anda ketahui. Rambut rontok berlebihan bisa saja terjadi, atau bahkan, pertumbuhan rambut bisa saja terganggu dan terhenti. Akibatnya, kepala bisa kehilangan mahkota indah secara sementara atau permanen.

Rambut rontok berlebihan (lebih dari 100 helai per hari) bisa disebut sebagai telogen effluvium. Kerontokan ini terjadi secara menyeluruh pada bagian kepala sehingga tidak menyebabkan kebotakan pada satu area saja (pitak). Tapi rambut tampak tipis secara keseluruhan. Menurut dokter ahli ilmu penyakit kulit, kondisi ini bisa terjadi setelah tubuh atau Anda pribadi mengalami stres atau tertekan. Selain itu, rambut rontok berlebihan hingga pertumbuhan lambat juga bisa disebabkan oleh banyak faktor berikut:

  1. Stres secara emosional, misalnya kehilangan pekerjaan, sedang menjalani proses perceraian, keluarga sakit parah, dan sebaginya.
  2. Stres fisik yang intensif, seperti melahirkan.
  3. Adanya perubahan hormonal, seperti yang terjadi pada wanita hamil.
  4. Sedang diet alias mencoba untuk mengubah pola makan.
  5. Menderita penyakit jangka pendek, seperti infeksi berat atau selesai menjalani operasi.
  6. Mengalami demam tinggi.
  7. Flu.
  8. Anemia parah.
  9. Berat badan turun 9 kg atau lebih.
  10. Baru sembuh dari sakit.
  11. Menjalani pengobatan tertentu, seperti kemoterapi atau radiasi.
  12. Berhenti mengonsumsi pil KB.
  13. Kurang aktifnya kerja kelenjar tiroid.

Rambut rontok berlebihan atau telogen effluvium bisa terjadi pada pria maupun wanita dari segala usia. Namun, wanita lebih cenderung mengalami hal ini, terutama jika ada perubahan hormonal. Rambut rontok ini biasanya mulai terjadi antara 6 minggu hingga 3 bulan setelah stres atau kondisi medis tertentu menimpa Anda.

Makanan Penyebab Rambut Rontok

Sebagian dari anda mungkin tidak ada yang tahu bahwa rambut rontok tak hanya disebabkan oleh faktor stres ataupun faktor hormon, melainkan dapat terjadi dikerenakan makanan. Maka dari itu ada baiknya jika kita membaca ulasan berikut ini, agar para pembaca dapat menghindarinya dan mencegah rambut rontok berlebihan.

  • Fried Food

Sangat banyak makan-makanan yang digoreng dapat mengakibatkan rambut anda cepat alami kerontokan. Kandungan asam lemak jemu serta lemak trans yang cukup tinggi nyatanya dapat buat tidak seimbangan pada hormon.

  • Makanan dengan Kandungan Tepung

Kandungan tepung pasti sangatlah akrab serta begitu gampang kita dapatkan, dari mulai gorengan, kue, serta roti. Nyaris semuanya makanan yang kita makan sehari-hari memiliki kandungan tepung. Kenyataannya, makanan yang memiliki kandungan tepung bisa buat penambahan gula serta darah pada badan. Hal tersebutlah yang bisa menyebabkan stres serta menyebabkan kerontokan pada rambut yang paling disayangi anda.

  • Keunggulan Vitamin A

Konsumsi makanan yang memiliki kandungan vitamin A pastinya begitu bagus untuk badan anda, namun bila terlalu berlebih vitamin A telah tidak bagus sekali lagi untuk badan, terlebih rambut anda. Ya, wanita semestinya cuma konsumsi 700 mikrogram vitamin A, sedang pria 900 mikrogram. Bila lebih dari itu, jadi rambut anda cepat atau lambat pastinya akan alami rambut rontok tuch.

  • Makanan Paket

Terkecuali tidak bagus untuk badan, nyatanya makanan paket juga dapat punya pengaruh jelek pada kecantikan rambut anda nih. Makanan paket sudah pasti memiliki kandungan bahan pengawet, serta pewarna buatan yang bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan, termasuk juga kerontokan pada rambut.

Kerontokan Rambut Karena Alasan Lain;

Selain karena perubahan hormon, kerontokan rambut juga bisa terjadi akibat kondisi-kondisi tertentu, seperti:

  • Zat kimia. Rambut yang terlalu sering menjalani proses kimia di salon juga lebih rentan mengalami kerontokan. Sering mewarnai rambut dan meluruskannya secara permanen membuat batang rambut menjadi lebih rentan patah.
  • Diabetes, sindrom Down, dan hipertiroidisme. Ketiga kondisi ini bisa menyebabkan kerontokan yang disebut alopesia areata yang ditandai dengan pitak seukuran koin besar. Kerontokan ini biasanya terjadi pada remaja serta kalangan dewasa muda. Namun sebagian besar rambut penderitanya akan kembali tumbuh setelah satu tahun.
  • Efek samping obat-obatan. Kerontokan rambut juga bisa disebabkan oleh obat-obatan yang biasa digunakan untuk menangani arthritis, depresi, gangguan jantung, serta tekanan darah tinggi.
  • Tekanan psikologis. Tekanan psikologis (misalnya stres) dapat mengakibatkan penderita mengalami penipisan rambut di kepala. Namun kerontokan seperti ini biasanya hanya bersifat sementara.
  • Penyakit kulit dan autoimun tertentu. Penyakit kulit yang menyebabkan terbentuknya tukak dan sejumlah penyakit autoimun bisa menyebabkan kerontokan permanen. Contoh-contoh kondisi tersebut di antaranya adalah lichen planus, sarkoidosis, dan lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE).
  • Pengobatan Kanker. Kemoterapi, imunoterapi, dan radioterapi dapat menyebabkan jenis kerontokan rambut yang disebut anagen efluvium (kerontokan menyeluruh). Kerontokan ini juga bisa berdampak pada kulit kepala, wajah, dan tubuh. Namun sebagian besar kasus ini tidak bersifat permanen. Rambut biasanya dapat tumbuh kembali setelah beberapa bulan berhenti menjalani kemoterapi.

Tips Alami Untuk Pencegahan Rambut Rontok

Pastinya penasarankan apa saja sih tips alami yang dapat mencegah rambut mengalami kerontokan, karena sudah pakai shampo ini masker rambut ini bahkan sudah beli vitamin rambut, ternyata rambut tetap saja mengalami yang namanya “kerontokan” untuk itu ada baiknya mengikuti cara alami ini. Agar apa? Agar rambut tak mengalami yang namanya kerusakan lagi. Untu itu yukm kita simak bersama ulasan berikut.

  • Lidah Buaya

Obat tradisional yang pertama yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi kerontokan rambut adalah lidah buaya. Lidah buaya mengandung banyak mineral dan vitamin yang bermanfaat sebagai bahan alami penyubur rambut. Adapun cara menggunakannya adalah,

  1. Ambil 1 batang lidah buaya atau secukupnya.
  2. Lalu potong dua bagian kemudian ambil bagian gel lidah buaya tersebut.
  3. Setelah itu, oleskan gel lidah buaya tadi pada seluruh permukaan rambut hingga kulit kepala sembari melakukan pijatan ringan.
  4. Lalu, biarkan hingga 20 menit dan bilas sampai bersih.
  • Bawang Merah

Siapa yang tak kenal bawang merah? Bawang merah merupakan salah satu bumbu dapur yang sering digunakan sebagai pelengkap masakan. Adapun perawatan rambut rontok dengan bawang merah ini cukup dengan mengkonsumsi bawang merah dengan cara di acar.

Bawang merah membuat rambut menjadi lebih kuat. Selain dimakan, Anda juga bisa mengoleskan bawang merah yang sudah diperas pada kulit kepala Anda di malam hari. Lalu bilas rambut di keesokan harinya memakai shampo yang sesuai dengan jenis rambut Anda.

  • Teh Hijau

Merupakan salah satu obat alami rambut rontok yang memiliki kandungan antioksidan di dalamnya. Antioksidan inilah yang berfungsi untuk menjaga rambut agar tetap sehat dan kuat. Untuk memakai teh hijau sebagai obat tradisional untuk mengatasi rambut rontok ini adalah cukup menyeduh teh hijau dengan air matang dan panas, kemudian biarkan semalaman. Setelah itu, pakaikan di keesokan harinya dengan menggosokkan teh hijau tadi pada kulit kepala secara merata. Anda bisa melakukan cara ini sebelum Anda melakukan keramas di pagi hari.

  • Alpukat

Tak jarang ada yang tahu bahwa buah yang satu ini juga baik untuk perkembangan rambut yang mengalami kerontokan. Cara mengatasi kerontokan pada rambut berikutnya adalah bisa dengan mengaplikasikan buah alpukat. Alpukat memiliki kandungan nutrisi dan asam lemak yang tinggi untuk melindungi rambut dari kerontokan.

Adapun cara mengaplikasikannya adalah dengan menghaluskan alpukat lalu simpan ke dalam mangkuk, kemudian aduk merata hingga menjadi krim atau pasta. Setelah itu diamkan hingga 20 menit. Lalu bilas rambut sampai bersih menggunakan shampo.

  • Minyak Zaitun

Tak hanya sampai disitu saja khasiat dari Minyak Zaitun, walau dikatakan memiliki manfaat bagi kulit. Ternyata manfaatnya juga begitu baik bagi kekuatan rambut. Anda bisa mengaplikasikan minyak zaitun untuk mengatasi kerontokan pada rambut.

Minyak zaitun merupakan salah satu minyak yang sangat berkhasiat untuk menguatkan rambut. Adapun cara memakai minyak zaitun ini adalah dengan mengoleskan minyak zaitun panas pada rambut, lalu lakukan pijatan secara merata dengan lembut hingga pada kulit kepala Anda.

Kesehatan rambut juga sama pentingnya dengan kesehatan bagin tubuh lainnya. Karena apa? Karena tanpa rambut sosok manusia taklah terlihat menarik. Maka dari itu ada baiknya untuk menjaga kesehatan serta kekuatan rambut agar tidak mengalami kerusakan. Untuk itu demikianlah pembahahasan mengenai rambut rontok, semoga artikel ini memberi manfaat yang baik.