Mungkinkah kamu pernah bertanya, mengapa begitu banyak wanita yang menyukai sepatu berhak tinggi atau dengan sebutan lainnya “high heels“. Sepatu wanita high heels menjadi jenis sepatu yang semakin populer di kalangan wanita.

Alasannya, selain bisa menambah tinggi tubuh pemakainya, juga mengesankan kaki pengguna bertambah panjang dan ramping. Semakin tinggi high heels maka akan semakin membuat pengguna tampil secara elegant dan seksi. Tak heran jika banyak wanita yang hobi atau bahkan sangat gemar mengoleksi beberapa high heels.

Karena untuk memelihara keseimbangannya, pengguna high heels harus berjalan secara teratur dan hati-hati sehingga penampilannya akan lebih kelihatan anggun. Bukan itu saja, efek fisik ketika melangkah dengan memakai sepatu hak tinggi juga akan mengakibatkan bergoyangnya pinggul secara ritmis, sehingga menambah kesan seksi. Namun adakah yang tahu mengenai assl usul sepatu berhak tinggi ini? Nah untuk itu mari kita simak mengenai high heels dan asal usul sepatu spesial ini.

Pengertian High Heels Dan Asal Usulnya

1

High heels adalah sepatu yang meningkatkan tumit kaki si pemakai secara signifikan lebih tinggi dari jari kaki. Ketika kedua tumit dan jari-jari kaki diangkat, seperti dalam sepatu platform, umumnya tidak dianggap sebagai “hak tinggi.” Tinggi tumit datang dalam berbagai macam gaya, dan tumit yang ditemukan dalam berbagai bentuk, termasuk stiletto, blok, runcing, pisau, dan wedge.

Saat ini, sepatu high heels biasanya dipakai di depan umum hanya oleh perempuan, yang mungkin mengenakan sepatu hak tinggi di tempat kerja atau di acara-acara resmi. Tinggi tumit telah melihat kontroversi yang signifikan di bidang medis akhir-akhir ini, dengan podiatrists banyak melihat pasien yang sedikit parah mengenai masalah kaki yang telah disebabkan hampir secara eksklusif oleh hak tinggi.

Ia hak tinggi membuat banyak wanita yang merelakan kenyamannanya hanya karena ia ingin tampil lebih menawan yang terlihat menarik. Nah, dibawah ini kamu bisa melihat bagaimana sejarah high heels dan siapa-siapa saja masa masa itu yang sukar memakainya.

  • 4000 Tahun Sebelum Masehi

2

Bukan karena ingin terlihat tinggi ataupun menawan, melainkan pada jaman itu mereka menggunakan ini sebagai alas kaki semata. Di peradaban Mesir Kuno, sepatu hak tinggi digunakan oleh para tukang jagal hewan. Mereka menggunakan heels agar kaki mereka tak kotor terkena sisa-sisa sembelihan hewan.

  • Tahun 1400-1600-an

3

Dikenal dengan nama chopines, Heels yang menjadi tren di negara Turki, Italia dan Spanyol ini memiliki tinggi 5-36 inci, semakin tinggi Heels yang dipakai semakin tinggi pula status sosialnya di masyarakat. Dan pada dasarnya heels ini digunakan akan mencegahnya banyak wanita menari dan terhindar dari kotoran yang akan melekat pada gaun-gaun wanita tersebut.

  • Kerajaan Persia

4

High heels awal mulanya bukan di pakai oleh kaum wanita tetapi awal mula high heels di pakai oleh kaum laki-laki. Yaitu high heels di pakai pada masa abad ke 16 oleh tentara persia.

Pada masa itu high heels bukan berfungsi untuk tubuh agar terlihat tinggi namun di gunakan untuk tentara persia untuk menjaga keseimbangan dalam berkuda. Dengan tujuan jika mereka hendak menembahkan panah ke musuhnya keseimbangannya tetap terjaga walaupun kuda itu tetap berlari. Hal itu di karenakan high heels telah mengunci kaki mereka pada sanggurdi pada kuda.

  • Abad 16

5

Kapan sepatu high heels mulai dikenal sebagai sepatu wanita? Nah, mungkin disini kali yah untuk pertama kalinya Heels digunakan untuk wanita. Hal itu terjadi pada akhir abad 16 dimana ada seorang gadis yang baru menginjak umur 14 tahun bernama Catherine de Medici putri seorang bangsawan ingin berpenampilan lebih tinggi dan lebih anggun saat dijodohkan dengan si penguasa tanah yang pada akhirnya akan menjadi soerang raja perancis.

Oleh sebab itu, dia menggunakan sepatu tumit tinggi dan benar adanya, putri tersebut terlihat lebih cantik dan mempesona hingga pada akhirnya, sepatu jenis high heels ini menjadi sangat populer dan mulai masuk dalam trend fashion. Tahun demi tahun, sepatu high heels telah mengalami perkembangan yang cukup berarti. Dengan melalui masa masa sulit terlebih saat Napoleon pernah mengeluarkan larangan untuk memakai sepatu high heels, namun perkembangan sepatu jenis ini semakin tak terbendung.

  • Tahun 1700-an

6

Lain halnya dengan ini, pada masa kerajaan tersebut. Sepatu bertumit tinggi berwarna merah ini digunakan oleh raja Louis XIV. Raja ini bernama asli Regina George dan termasuk salah satu raja yang memandang orang lain lebih rendah daripada dirinya. Dalam kepemimpinannya, hanya orang-orang yang memiliki kekuasaan, anak buahnya dan orang yang duduk di kursi monarki saja yang diijinkan memakai sepatu hak merah. Sepatu ini dilambangkan sebagai simbol kekuasaan dan kekayaan.

  • Tahun 1900 Hingga Masa Kini

7

Seiring perkembangan mesin, desain dan teknik pembuatannya, sepatu High Heels kembali menggeliat. Era heels modern dimulai oleh Roger Vivier yang bekerja untuk Christian Dior yang mendesain heels stilleto tinggi di pertengahan tahun 1950-an. Pada periode ini chopines kembali populer. Bagaimana tidak, sepatu hak tinggi yang digunakan supermodel saat ini justru membawa celaka.

Stiletto tinggi dan tipis, platform tebal namun tidak utuh memang terlihat unik dan mengesankan. Sepatu hak tinggi kini nyaris tak pernah absen menghiasi kaki selebriti wanita Hollywood, lokal maupun masyarakat biasa. Kebutuhan akan tampil gaya dan penunjang kepercayaan diri, membuat high heels tetap di gandrungi hingga saat ini.

Bahkan kamu bisa lihat betapa indahnya heels pada era sekarang. Tak hanya itu bentuk serta warna yang terdapat pada heels kini sudah beragam dan pastinya sangat indah ya girl.

Gimana? Sudah tahukan bahwa heels yang kini kamu (wanita) pakai pada jaman dulu atau bahkan dikatakan 4000 tahun SM itu digunakan hanyalah sebagai alas kaki agar terhindar dari sisa sembelih hewan atau bahkan pada dulunya heels digunakan untuk para wanita bangsawan yang ketika pesta mereka hanya diam dan tak boleh melakukan tarian dan seperti yang dijelaksan bahwa heels pada masa itu digunakan bukan untuk wanita melainkan para lelaki bangsawan.

Eitss, tapi kamu harus ingat nih guys bahwa yang indah-indah ini juga memiliki dampak negatifnya. Dikatakan sebagai penunjang penampilan hingga gaya fashion terkini membuat sepatu berhak tinggi ini menjadi incaran setiap wanita bahkan bagi mereka yang berkarir sepatu sangat dibutuhkan agar penampilan mereka bisa menjadi lebih elegan lagi. Untuk itu yuk, kita simak ulasan berikut.

Bahaya Terlalu Lama Menggunakan High Heels

8

Terlihat cantik, elegant bahkan bisa dikatakan mereka yang gemar memakai high heels akan terlihat lebih seksi. Menggunakan sepatu hak tinggi atau hight heels merupakan keperluan yang tidak dapat dipisahkan untuk sebagian wanita.

Delapan dari sepuluh wanita merasa tampil percaya diri dengan menggunakan sepatu hak tinggi. Dengan menggunakan sepatu high heels dapat membuat kaki anda terlihat jenjang dan cantik. Namun pernahkah kamu berfikir bahwa ada dampak negatif yang akan kamu terima jika terlalu lama dalam menggunakan high heels tersebut.

Sepatu High Heels akan mengakibatkan tekanan yang tinggi pada permukaan telapak kaki kamu sehingga akan memicu metatarsalgia. Namun apakah Metatarsalgia itu? Yakni, kondisi sakit yang parah atau kram yang ditimbulkan oleh bagian anterior tulang telapak, biasanya kamu akan mengalami nyeri pada bagian tumit dan mata kaki. Penggunaan sepatu high heels dalam waktu yang sering dapat menimpulkan masalah pada kaki kamu.

Berikut dampak negatif dari pemakaian high heels yang terlalu lama,

  • Otot Tubuh Mengecil

Dari beberapa wanita yang mengunakan sepatu high heels dengan waktu yang cukup lama dan terlalu sering menggunakannya maka mereka akan mengalami ketidak seimbangannya pada tubuh sehingga akan memicu masalah pada otot-otot tubuh kamu. Otot-otot akan mengecil bahkan penelitian menemukan penggunaan sepatu hak tinggi dalam kegiatan sehari-hari akan memperpendek otot kaki kamu. Hal ini disebabkan karena sepatu high heels mendorong kamu untuk berjalan jinjit.

  • Memicu Tubuh Melengkung

Penggunaan high heels yang terlalu sering akan membuat postur tubuh kamu pastinya sedikit berubah, sehingga terjadi perubahan pada pinggul dan tulang belakang menjadi tidak sejajar, inilah yang menyebabkan tubuh kamu terlihat melengkung selain itu juga akan mempengaruhi cara jalan ketika kamu melepaskan high heels dikehidupan sehari-hari.

  • Bagi Wanita Hamil

Penggunaan sepatu hak tinggi pada wanita hamil, harus diperhatikan dan dibatasi. Dikhawatirkan akan meningkatkan resiko terjadinya cedera yang akan nantinya membahayakan ibu dan janin yang dikandungnya.

Jika memang kegiatan kamu mengharuskan penggunaan sepatu hak tinggi usahakan tidak memilih hak yang lebih dari 5 cm, sehingga tubuh kamu kesulitan untuk menopang tubuh. Jika memaksakan untuk menggunakan sepatu hak tinggi maka dikhawatirkan akan mengakibatkan sakit punggung, hal ini diakibatkan karena ketika sedang hamil akibat adanya peningkatan hormon relaxin yang dihasilkan dari indung telur.

  • Keselo dan Patah Tulang Saat Berjalan

Sering kamu lihat di beberapa perfilm-an atau bahkan sinetron yang menanyangkan bagaimana susahnya wanita sedrhana memakai sepatu berhak tinggi. Mungkin kamu hanya bisa melihat pada adegan itu wanita yang mencoba nmenggunakan heels akan terjatuh dan merasa seperti tersandung. Namun tahukah kamu bahwa hal semacam itu sangatlah berbahay dan akan menrusak kesehatan dibagian kaki kamu.

Adanya ketidakseimbangan tubuh saat memakai sepatu high heels meningkatkan kerentanan terjadinya cedera, keseleo, bahkan patah tulang pada saat jatuh ketika berjalan menggunakan sepatu high heels. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang belum terbiasa menggunakan sepatu high heels. Maka, berjalanlah dengan hati-hati saat menggunakan sepatu high heels. Khususnya, apabila kaki sudah mulai terasa lemah setelah berjalan, maka sebaiknya segera beristirahat dan lakukan pemijatan lembut pada kaki.

Sepatu hak tinggi sebenarnya tidak direkomendasikan untuk wanita yang aktivitasnya lebih banyak berjalan, selain dapat melukai tumit, rasa nyeri akan cepat menjalar ke seluruh otot kaki. Nah untuk itu kamu perlu mengikuti tips dibawah ini,

Tips Mencegah Dampak Negatif Saat Memakai High Heels

9

1. Memilih Tingginya High Heels

Menurut Dr. Greene, mengenakan high heels dengan tinggi lebih dari 5 cm sebaiknya digunakan sesekali, untuk makan malam ataupun acara pernikahan. Sedangkan untuk sehari-hari, pakailah sepatu yang memiliki hak sekitar satu sampai satu setengah inci. Selain itu, sepatu dengan hak berukuran lebar juga lebih bersahabat dengan kesehatan kamu dibandingkan dengan high heels dengan hak runcing yang kurang stabil.

2. Gunakan Seperlunya

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa penggunaan heels tak digunakan untuk mereka yang memiliki aktifitas berjalan lebih banyak. Maka dari itu gunakan sepatu hak tinggi hanya jika kamu sangat membutuhkan dan segera lepaskan ketika acara kamu selesai.

3. Relaksasi/pijitan

Setelah selesai memakai high heels dengan hak tinggi dari acara spesial, lepaslah sepatu tersebut lalu berikan pijatan pada kaki kamu. Selain itu, gunakanlah sepatu berbeda setiap harinya agar kaki dan betis kamu tidak bergerak ke posisi yang sama dalam jangka waktu lama. Lakukan relaksasi segera setelah kamu menggunakan sepatu hak tinggi, misal dengan merendam kaki dengan air hangat sambil dipijat atau berbaring dengan menggantung kaki lebih tinggi dari posisi kepala.

Wanita memang mahkluk tuhan yang ribet, bahkan mereka sudah tahu bahwa begitu ribetnya ketika mereka akan menggunakan heels dalam aktifitas mereka, namun mau gimana lagi hal tersebut membuatnya bahagia dan merasa lebih percaya akan dirinya. Untuk itu demikianlah artikel mengenai heels ini, maka dari itu selamat membaca guys.