Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang kepribadiannya berbeda, sehingga Anda merasa berhadapan dengan 2 orang atau lebih? Ada film yang menceritakan ada seorang perempuan yang kepribadiannya bisa berubah drastis dari yang baik menjadi sangat beringas. Beberapa saat kemudian kepribadiannya berubah lagi menjadi seperti biasa. Ini adalah salah satu ciri yang digambarkan oleh film mengenai gangguan kepribadian ganda.

Dahulu gangguan mental ini dikenal sebagai gangguan kepribadian ganda, namun sekarang diketahui sebagai gangguan disosiatif identitas. Gangguan kepribadian ganda diduga merupakan dampak dari trauma berat selama masa kanak-kanak, biasanya akibat kekerasan fisik, seksual, atau emosional yang ekstrim dan berulang.

Gangguan Identitas Disosiatif

Adalah kondisi di mana terdapat dua atau lebih kepribadian yang berbeda di dalam satu tubuh. Dua sosok ini masing-masing berdiri sendiri. Kekerasan fisik, emosional, atau seksual yang terjadi secara berulang-ulang pada masa usia dini berisiko menyebabkan kondisi ini.

Kepribadian ganda dikenal dengan sebutan Gangguan Identitas Disosiatif (Dissociative Identity Disorder). Sebenarnya, sebagian orang pernah mengalami disosiatif ringan, misalnya melamun atau hilang arah ketika sedang mengerjakan sesuatu. Namun, kepribadian ganda adalah bentuk dari disosiatif yang sudah berat.

Setiap kepribadian berbeda dalam hal pola pikir, cara berbicara, perilaku, jenis kelamin, usia dan ras.Masing-masing kepribadian dapat memegang kendali penuh atas tubuh si penderita secara bergantian. Perempuan dianggap lebih berisiko mengalami gangguan kepribadian ganda. Terbukti dari hasil penelitian yang menyatakan bahwa jumlah pasien penyakit ini, antara laki-laki dan perempuan adalah 1:9.

Penelitian mengenai hal ini masih berlanjut. Gangguan kepribadian ganda sering disama-artikan dengan skizofrenia, padahal kedua gangguan ini jauh berbeda. Skizofrenia adalah gangguan mental yang salah satu gejala utamanya sering berhalusinasi, yaitu melihat atau mendengar hal-hal yang tidak nyata. Orang dengan skizofrenia tidak mengalami kepribadian ganda.

Gejala Pada GID

  • Karakteristik utama dari gangguan kepribadian ganda adalah munculnya dua atau lebih kepribadian berbeda-beda yang secara bergiliran mengambil alih atau kendali atas diri penderitanya.
  • Masing-masing dari kepribadian ini memiliki nama, pola pikir, kebiasaan, gaya berbicara, ciri fisik, bahkan gaya tulisan yang berbeda-beda.
  • Tanda-tanda seperti depresi, kecemasan berlebihan, sering merasa bersalah, hingga agresif dapat muncul. Halusinasi baik audio maupun visual juga mungkin terjadi. Pada saat masa kanak-kanak, penderita gangguan identitas disosiatif juga memiliki kecenderungan untuk memiliki masalah perilaku dan kesulitan memfokuskan diri saat di sekolah.
  • Perubahan mood (mood swings), serangan panik, fobia, gangguan makan, gangguan tidur (seperti insomnia dan berjalan saat tidur), sakit kepala berlebihan, serta disfungsi ereksi juga biasanya menyertai gangguan identitas disosiatif.
  • Masalah dalam hal memori juga sering ditemui, terutama ingatan terkait kejadian saat ini maupun masa lampau, orang yang terlibat, tempat, hingga waktu. Masing-masing kepribadian dalam satu orang mungkin memiliki ingatan yang berbeda. Ketika kepribadian pasif sedang mengambil alih, ingatan yang muncul biasanya samar-samar atau bahkan bertentangan dengan kejadian aslinya. Sementara kepribadian yang lebih dominan atau protektif memiliki ingatan yang lebih lengkap atas suatu kejadian. Sehingga tidak jarang penderita tidak mengingat mengapa ia ada di waktu dan tempat tertentu.
  • Masing-masing kepribadian biasanya muncul karena ada pemicunya. Saat salah satu kepribadian mengambil alih, kepribadian dominan ini mungkin mengabaikan kepribadian yang lain atau bahkan mengalami konflik tersendiri. Transisi dari satu kepribadian ke kepribadian lain biasanya dipicu oleh stres psikososial.

Nah, Apabila seseorang disekitar atau bahkan keluarga anda sendiri yang mengalami lebih dari 4 ciri-ciri di atas secara bersamaan maka sudah bisa disimpulkan bahwa ia mengalami gangguan tersebut. Namun benarkah bahwa kepribadian ganda itu benar-benar nyata? Banyak orang ragu jika gangguan mental ini benar-benar ada.

Kenyataannya, memahami perkembangan dari kepribadian ganda memang sulit, bahkan bagi para ahli yang sangat terlatih sekalipun. Diagnosis gangguan kepribadian ganda itu sendiri masih kontroversial di kalangan pakar kesehatan mental. Beberapa pakar memercayai bahwa gangguan ini benar-benar merupakan suatu kategori penyakit kejiwaan yang tersendiri.

Unsur-unsur dari kepribadian

Kepribadian secara umum dan menurut para ahli. Dalam kehidupan ini sering kita mendengar tentang kepribadian, tapi apakah itu? untuk itu pada kesempatan kali ini kita akan belajar bersama-sama mengenai pengertian kepribadian. Kepribadian adalah keseluruhan sikap, ekspresi, perasaan, temparmen, ciri khas dan juga prilaku seseorang.

Sikap perasaan ekspresi & tempramen tersebut akan terwujud dalam tindakan seseorang kalau di hadapkan kepada situasi tertentu. Setiap orang memiliki kecenderungan prilaku yang baku/berlaku terus menerus secara konsisten dalam menghadapai situasi yang sedang di hadapi, sehingga jadi ciri khas pribadinya.

Beberapa karakteristik dasar kepribadian meliputi:

  • Konsistensi. Ada umumnya perintah untuk dikenali dan keteraturan perilaku. Pada dasarnya, orang bertindak dengan cara yang sama atau cara serupa dalam berbagai situasi.
  • Psikologis dan fisiologis. Kepribadian adalah membangun psikologis, tetapi penelitian menunjukkan bahwa hal itu juga dipengaruhi oleh proses-proses biologi dan kebutuhan.
  • Dampak perilaku dan tindakan. Kepribadian tidak hanya mempengaruhi bagaimana kita bergerak dan merespon di lingkungan kita, tetapi juga menyebabkan kita untuk bertindak dengan cara tertentu.
  • Ekspresi Multiple. Kepribadian ditampilkan di lebih dari sekedar perilaku. Hal ini juga dapat dilihat dalam pikiran keluar, perasaan, hubungan dekat, dan interaksi sosial lainnya.

Unsur-unsur kepribadian, diantaranya meliputi:

1. Pengetahuan

Pengetahuan yaitu merupakan suatu unsur yang mengisi akal dan juga alam jiwa orang yang sadar. Di dalam alam sekitar manusia mempunyai/terdapat berbagai macam hal-hal yang diterimanya lewat panca inderanya yang masuk kedalam berbagi sel-sel pada bagian tertentu dari otaknya. Serta didalam otak itu semuanya diproses menjadi susunan-susunan yang dipancarkan oleh individu kealam sekitar, yang dikenal dengan sebutan “persepsi” yaitu: “seluruh proses akal manusia yang sadar”. Ada kalanya suatu persepsi dapat diproyeksikan kembali menjadi suatu penggambaran yang berfokus tentang lingkungan yang mengandung bagian-bagian.

2. Perasaan

Selain pengetahuan, alam kesadaran manusia juga mengandung berbagai macam-macam perasaan. Sebaliknya, dapat juga digambarkan seorang individu yang melihat suatu hal yang buruk/mendengar suara yang tidak menyenangkan. Pendapat tersebut dapat menimbulkan dalam alam kesadaranya perasaan negatif. Perasaan, disamping segala macam-macam pengetahuan agaknya juga mengisi alam kesadaran manusia setiap saat dalam hidupnya. Perasaan yaitu suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengetahuannya dinilai sebagai keadaan yang positif/negatif.

3. Dorongan Naluri

Kesadaran manusia mengandung berbagi perasaan-perasaan lain yang tak ditimbulkan karena diperanguhi dengan pengeathuannya, tapi karena memang sudah terkandung di dalam organismenya, khususnya di dalam gennya, sebagai naluri. Kemauan yang sudah meruapakan naluri sering disebut dengan “Dorongan”. Sedikitnya terdapat tujuh macam dorongan naluri antara lain sebagai berikut;

  1. Dorongan untuk mempertahankan hidup.
  2. Dorongan seksual.
  3. Dorongan untuk mencari makan.
  4. Dorongan untuk berbakti.
  5. Dorongan untuk bergaul dan juga berinteraksi antar sesama manusia.
  6. Dorongan dalam meniru setiap tingkah laku dari sesamanya.
  7. Dorongan akan keindahan bentuk, warna, suara dan gerak.

Nah, untuk itu pastinya kalian juga bertanya-tanya nih kan, apa sih penyebab utama dari mereka yang mengalami GID? Untuk itu, yuk kita simak penjelasannya berikut ini.

Penyebab Gangguan Identitas Disosiatif

Menurut sebagian orang, kasus kepribadian ganda dapat ditelusuri sampai ke masa Paleolitik melalui lukisan di dinding gua tentang sesosok shaman atau dukun purba. Sebagian orang lagi menganggap kejadian kesurupan sebagai salah satu bentuk dari kasus kepribadian ganda. Studi tentang kepribadian ganda adalah salah satu hal yang dipelajari paling awal dalam kajian tentang penyimpangan psikologis.

Orang pertama yang didiagnosa mengalami gangguan psikologi kepribadian ganda adalah Louis Auguste Vivet pada tahun 1882. Melalui serangkaian kejadian, ditemukan bahwa ia memiliki 10 kepribadian yang berbeda, masing-masing memiliki karakter, ingatan dan gejala somatik yang berbeda pula.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan gangguan identitas disosiatif  yaitu:

  1. Kemampuan bawaan untuk memisahkan kepribadian dengan mudah.
  2. Pelecehan seksual pada masa kecil yang berulang.
  3. Kurangnya orang yang melindungi ataupun menghibur dari pengalaman buruk yang dialami.
  4. Pengaruh dari anggota keluarga lain yang memiliki gangguan psikologis.

Penyebab utama gangguan identitas disosiatif sebenarnya adalah trauma berkepanjangan yang dialami pada masa kanak-kanak. Trauma tersebut terbentuk akibat beragam penyiksaan dan pelecehan, seperti: penyiksaan dan pelecehan seksual, kekerasan fisik, kekerasan secara psikologis, dan juga ritual-ritual aneh yang menyakiti sang korban (Satanic Ritual Abuse).

Terapi Untuk Penderita Gangguan Identitas Disosiatif

Treatment untuk penderita gangguan identitas disosiatif dapat berlangsung hingga bertahun-tahun. Beberapa jenis terapi yang disarankan bagi penderita gangguan identitas disosiatif yaitu:

  • Psikoterapi

Pada orang dewasa, psikoterapi dapat berlangsung selama lima hingga tujuh tahun. Tujuan utama dari terapi adalah ‘menyatukan’ beberapa kepribadian yang ada sehingga menjadi satu kepribadian yang utuh. Psikoterapi juga membantu penderita menghadapi trauma yang memicu munculnya kepribadian lain. Tahapan yang dilakukan biasanya mempelajari kepribadian apa saja yang muncul, mengatasi trauma, dan menyatukan beberapa kepribadian yang ada menjadi satu.

  • Terapi keluarga

Dilakukan untuk memberi penjelasan lebih kepada keluarga terkait gangguan identitas disosiatif. Menginformasikan keluarga, perubahan apa yang akan terjadi dan mengamati tanda-tanda atau gejala perubahan kepribadian.

  • Pengobatan

Meskipun tidak ada obat khusus yang dapat menyembuhkan gangguan identitas disosiatif, tetapi gejala-gejala yang muncul seperti kecemasan berlebih dan depresi dapat diatasi dengan antidepresan

Kepribadian-kepribadian yang berbeda mungkin memiliki beragam peran yang bertujuan untuk membantu orang tersebut untuk menghadapi kesulitan hidup. Sebagai contoh, ada sekitar 2-4 kepribadian baru yang hadir di awal diagnosa seorang pasien. Kemudian ada sekitar 13-15 kepribadian yang muncul selama masa pengobatan. Bahkan ada pasien yang memiliki lebih dari 100 kepribadian. Faktor lingkungan dan peristiwa dalam hidupnya menyebabkan pergeseran tiba-tiba dari satu kepribadian ke kepribadian lainnya.

Meskipun belum ada cara untuk menyembuhkan gangguan kepribadian ganda, namun ada metode pengobatan yang bisa membantu mengendalikannya. Pengobatan yang efektif biasanya mencakup psikoterapi, hipnoterapi dan terapi ajuvan.

Jenis-Jenis Kepribadian Manusia

Nah, kalian juga harus tahu nih selain memiliki gejala akan GID atau memiliki kepribadian yang aneh. Ternyata terdapat beberapa jenis kepribadian terhadap manusia. Untuk itu Manusia memiliki beberapa macam atau jenis kepribadian antara lain sebagai berikut;

1. Introvert (Introversion)

Introvert atau interoversion adalah kepribadian manusia yang mengutamakan dunia dalam pikiran manusia itu sendiri. Jadi manusia dengan sifat atau jenis kepribadian introvert adalah cenderung menutup diri dari kehidupan luar yang lebih senang berada di kesunyian atau kondisi tenang, dari pada tempat yang banyak orang. Ciri-Ciri Introvert

  1. Pemikir.
  2. Pendiam.
  3. Senang menyendiri.
  4. Pemalu.
  5. Susah bergaul (kuper).
  6. Lebih senang bekerja sendirian.
  7. Lebih suka berinteraksi secara langsung dengan 1 orang (1 on 1 interaction).
  8. Berpikir dulu baru berbicara/melakukan.
  9. Senang berimajinasi.
  10. Lebih mudah mengungkapkan perasaan dengan tulisan.
  11. Lebih senang mengamati dalam sebuah interaksi.
  12. Jarang berbicara, tetapi suka mendengarkan orang bercerita.
  13. Senang dengan kegiatan tenang misalnya membaca, memancing, bermain komputer dan bersantai.

2. Extrovert (Extraversion)

Extrovert atau Extraversion adalah kepribadian manusia yang mengutamakan dunia luar manusia tersebut. Extrovert merupakan kebalikan dari introvert. Jadi manusia dengan sifat atau jenis kepribadian extrovert adalah kepribadian yang cenderung membuka diri dengan kehidupan luar yang lebih beraktivitas dan lebih sedikit berpikir serta orang yang senang berada di keramaian atau kondisi yang terdapat banyak orang, dari pada di tempat yang sunyi. Ciri-Ciri Extrovert (Extraversion)

  1. Aktif.
  2. Senang bersama orang.
  3. Percaya diri (kadang dapat berlebihan).
  4. Senang beraktivitas.
  5. Lebih senang jika bekerja kelompok.
  6. Gampang bergaul (supel).
  7. Lebih suka berinteraksi dengan banyak orang dibanding dengan sekaligus.
  8. Lebih mudah mengungkapkan perasaan melalui kata-kata.
  9. Berbicara/melakukan dulu baru berpikir.
  10. Lebih senang berpartisipasi dalam sebuah interaksi.
  11. Lebih senang untuk bercerita, dari pada mendengarkan orang yang bercerita.
  12. Senang dengan kegiatan yang banyak orang seperti jalan-jalan, nongkrong, berpesta dan pergi konser.

3. Ambievert (Ambiversion)

Ambievert atau Ambiversion adalah kepribadian manusia yang dapat berubah-ubah dari introver menjadi extrovert atau sebaliknya. Ambiever merupakan kepribadian manusia dengan dua kepribadian yaitu introvert dan extrovert. Mempunyai kepribadian ambievert yang dapat dibilang baik karena manusia tersebut bersifat fleksibel untuk beraktivitas sebagai introvert mapun extrovert serta berinteraksi dengan introvert dan extrovert dengan baik. Ambievert sering terlihat moody, karena sifat yang sering berubah-ubah.

Perubahan kepribadian bisa muncul kapan saja akibat trigger atau pemicu tertentu. Apabila dukungan dari orang-orang terdekat tetap diberikan secara penuh, maka bentuk kepribadian yang negatif akan bisa ditekan dan bentuk kepribadian asli bisa didorong untuk muncul lebih dominan. Sehingga penderita mampu menguasai dirinya lebih sering dan mampu mempertahankannya. Nah, untuk itu demikianlah pembahasan mengenai gangguan kepribadian.