Tak hanya mengganggu penampilan, karang gigi juga dapat menyebabkan beberapa masalah gigi dan mulut. Untuk itu, penting bagi Anda mengetahui penyebab karang gigi serta cara mencegah kemunculannya. Selain mengurangi estetika, karang gigi juga tidak baik untuk kesehatan mulut dan gigi.

Menghilangkan karang gigi secara alami merupakan solusi bagi penderita karang gigi yang tidak ingin menggunakan tindakan medis. Karang gigi merupakan sebuah kelainan pada gigi seseorang.

Walaupun sebenarnya terkadang masalah karang gigi tidak mengganggu aktivitas kita, tapi setidaknya masalah ini cukup mengganggu penampilan kita, terutama saat kita tersenyum ataupun berbicara. Karena karang gigi membawa warna kekuningan pada gigi seseorang, sehingga mungkin beberapa dari kita akan merasa risih bila hal ini terjadi pada gigi kita.

Penyebab Karang Gigi

Mulut kita memiliki banyak mikroorganisme. Jika setelah makan kita tidak membersihkan mulut, sisa makanan dalam mulut kita akan dicerna oleh mikroorganisme dalam mulut sehingga berujung pada plak hingga menyebabkan karang gigi.

Karang gigi dapat menyebabkan peradangan pada gusi dan penyebab gusi bengkak dan sakit sehingga gusi dapat berdarah ketika terjadi kontak dengan sesuatu, seperti makan makanan dengan tekstur yang agak kasar, bahkan ketika kita menyikat gigi.

Karang gigi juga dapat menjadi penyebab bau mulut karena karang gigi terbentuk dari mikroorganisme yang menghasilkan sulfur yang menjadi asal muasal bau tak sedap di mulut. Karang gigi yang telah menupuk, lama-kelamaan juga menyebabkan gigi menjadi goyang karena tulang gigi mengalami kerusakan sehingga menjadi penyebab gigi berlubang.

Berikut adalah beberapa penyebab karang gigi :

  1. Plak merupakan asal muasal terciptanya karang gigi pada mulut kita. Karang gigi merupakan salah satu ciri bahwa kesehatan mulut kita kurang begitu terjaga.
  2. Salah satu penyebab yang memicu timbulnya karang gigi adalah jarang membersihkan mulut (menyikat gigi) sesudah makan.
  3. Sisa makanan yang dicerna oleh mulut apabila tidak segera dibersihkan akan bercampur bersama kuman-kuman yang berada di mulut. Ketika kuman dan sisa makanan telah bergabung, terbentuklah plak di mulut.
  4. Jika plak belum mengeras maka masih mungkin untuk dibersihkan dan tidak menjadi karang gigi. Namun, jika plak telah mengeras dan menjadi karang gigi, akan sangat sulit untuk dihilangkan hanya dengan menggosok gigi.
  5. Terkadang usaha membersihkan karang gigi tanpa bantuan kedokteran bisa menyebabkan iritasi pada gusi. Ketika kerak di gigi berusaha kita hilangkan dengan sikat gigi terus menerus, justru gusi kita akan berdarah karena kerak telah berbentuk seperti kerikil-kerikil di gigi.
  6. Menyikat gigi dengan cara yang salah juga bisa menyebabkan karang gigi. Seseorang yang rajin menyikat gigi bukan berarti bebas dari ancaman karang gigi.
  7. Jika menyikat gigi dilakukan dengan cara yang salah, sisa-sisa makanan di mulut tidak dapat bersih secara sempurna. Masih ada sedikit sisa makanan di sela-sela gigi akibat cara menyikat gigi tidak sempurna.
  8. Sisa makanan tersebut selanjutnya menjadi salah satu faktor penyebab karang gigi.
  9. Makanan juga bisa menjadi salah satu faktor munculnya karang gigi. Makanan dengan kandungan gula dan tepung yang tinggi akan memicu timbulnya plak lebih cepat di gigi. Selain itu, konsumsi teh, kopi, juga merokok bisa menimbulkan plak yang berujung pada karang gigi.

Karang gigi inilah yang merupakan pemicu penyakit penyakit gigi lainnya, mulai dari gigi berlubang, infeksi gigi, infeksi gusi dan bahkan bisa menyebabkan sariawan di mulut. Oleh sebab itu diperlukan penanganan yang tepat untuk menanggulangi plak yang ada pada gigi kita.

Akibat yang Ditimbulkan Karang Gigi

Jika dibiarkan, karang gigi dapat membuat gigi keropos. Penyebabnya, bakteri yang bersarang di karang gigi akan mengeluarkan zat asam yang dapat merusak email gigi. Padahal, seperti kita tahu email gigi ini adalah bagian terkeras dari gigi yang berada di lapisan paling luar. Jika email gigi rusak, maka lapisan dalamnya tidak lagi terlindungi, maka terjadilah pengeroposan.

Selain menyebabkan gigi keropos, karang gigi juga menyebabkan bau mulut yang tidak sedap. Bau mulut ini berasal dari bakteri yang menyeluarkan zat asam yang kemudian bereaksi dengan sisa-sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi yang sulit dijangkau sikat gigi.

Akibat yang lain adalah peradangan gusi atau biasa disebut gingivitis. Ketika terjadi gingivitis maka akan terbentuk semacam kantong diantara gigi dan gusi. Kantong ini akan menjadi tempat menumpuknya sisa makanan dan tentu saja akan menjadi tempat yang bagus untuk berkembangbiaknya bakteri.

Jika terus dibiarkan, gingivitis akan makin parah dan dapat menyebabkan periodontitis. Dan jika tidak ditangani dengan baik, periodontitis akan makin parah dan dapat merusak struktur akar gigi dan tulang rahang.

Penanganan Untuk Karang Gigi

Plak adalah lapisan lunak dan lengket di gigi yang terdiri dari protein dan bakteri (biofilm). Plak terdiri dari 70% bakteri yang berasal dari air liur. Plak terbentuk segera setelah Anda selesai menyikat gigi. Dalam waktu 48 jam setelah pembentukannya, plak mulai mengeras oleh kalsium, fosfor, dan mineral lainnya dari air liur, menjadi karang gigi.

Cara menangani karang gigi harus melalui perawatan oleh Dokter Gigi, karena tidak bisa dilakukan sendiri secara sembarangan oleh pasien. Pembersihan karang gigi harus mengikuti anatomi giginya, gerakan alat untuk membersihkan karang gigi pun tidak sembarangan.

Jika dilakukan tidak sesuai prosedur akan melukai gusi dan membuat email gigi menjadi tipis. Dokter Gigi akan menggunakan alat khusus untuk membersihkan karang gigi, yaitu scaler. Ada 3 macam scaler, yaitu manual, supersonik dan ultrasonik.

Sekarang lebih populer digunakan scaler ultrasonik, karena lebih cepat, mudah, dan meminimalisasi rasa nyeri saat pembersihan karang gigi. Banyak orang awam berpendapat bahwa karang gigi dapat dihilangkan sendiri oleh pasien melalui penggunaan cengkeh, biji asam kawak, dan sebagainya. Semua cara ini kurang tepat, karena bahan tersebut bukan menghilangkan karang gigi, namun hanya bersifat sebagai antiseptik dalam rongga mulut.

Hal berikutnya yang bisa dilakukan oleh pasien setelah dilakukan pembersihan karang gigi oleh Dokter Gigi adalah menjaga kebersihan rongga mulut supaya mencegah kembali terbentuknya karang gigi, yaitu dengan cara:

  1. Melakukan pembersihan mekanis dengan sikat gigi dengan teknik dan frekuensi yang tepat (anda bisa melihat jawaban konsultasi bulan lalu), karena awal mula terbentuknya karang gigi berasal dari sisa makanan yang menempel di permukaan gigi dan tidak dibersihkan.
  2. Menggunakan dental floss (benang gigi) untuk pembersihan mekanis tambahan bagi gigi-gigi yang berjejal, yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gigi.
  3. Menggunakan obat kumur sebagai agen antibakteri bagi rongga mulut (penggunaan dan dosisnya dapat dilihat pada petunjuk kemasan obat kumur)
  4. Mengkonsumsi buah yang banyak mengandung vitamin c (misalnya buah kiwi dan stroberi) untuk menjaga kesehatan gusi.
  5. Mengkonsumsi sayuran hijau yang mengandung serat untuk pembersihan gigi secara alami.
  6. Hindari kebiasaan buruk seperti merokok dan kurangi kebiasaan minum teh atau kopi.
  7. Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan gigi ke Dokter Gigi (biasanya 6 bulan sekali, tetapi setiap individu berbeda-beda kebutuhannya).

Gigi putih dan bersih merupakan dambaan setiap orang. Oleh karena itu perlu perawatan yang maksimal agar tetap terjaga kesehatannya. Akan tetapi sebagian orangmengalami masalah gigi yang disebut Kalkulus. Cara membersihkan karang gigi yang membandel memang sesuatu yang agak susah dikarenakan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi karang gigi sehingga sulit untuk di hilangkan.

Salah satu faktor yaitu karena gigi jarang dibersihkan. Sayangnya, sebaik apapun kita menjaga kebersihan dan merawat gigi di rumah, bakteri tetap saja bisa bersarang dalam rongga mulut. Bakteri tersebut kemudian mencampurkan protein dan sisa makanan untuk membentuk lapisan bertekstur lengket yang dinamakan plak.

Plak inilah yang biasanya menutupi permukaan gigi dan karena mengandung bakteri, maka plak juga dapat merusak email sehingga memicu timbulnya lubang. Namun bila Anda rutin menghapus plak, maka Anda bisa mencegah kerusakan gigi permanen dan penyakit gusi. Akan tetapi kalau plak itu tidak segera dibersihkan, maka biasanya itu akan mengeras dan membentuk karang gigi.

Dan agar karang tidak sampai membuat gusi kendur dan bengkak (gusi bengkak), maka itu harus segera dibersihkan. Jangan menunda membersihkan karang gigi secara rutin agar tidak timbul gangguan gusi seperti gingivitis maupun periodontitis. Adapun cara alami agar kalian dapat menjaga serta mencegah karang gigi untuk itu yuk, kita simak ulasannya dibawah ini;

Cara Alami Mencegah Karang Gigi

  • Mengkonsumsi Buah Apel

Cara menghilangkan karang gigi yang mungkin tidak akan merepotkan Anda adalah dengan mengkonsumsi atau memakan buah apel. ya, buah apel ini memang banyak berguna bagi tubuh anda. Jika biasanya Anda hanya tahu buah apel hanya untuk menu diet, kini Anda bisa menggunakannya untuk membersihkan karang gigi.

Buah apel ini memiliki zat-zat yang bisa mengurangi karang gigi karena vitamin C yang terkandung ternyata dapat menumpas karang gigi. Jika Anda ingin menggunakan buah apel untuk menghilangkan karang pada gigi, Anda hanya perlu mengkonsumsinya secara rutin agar karang gigi hilang.

  • Pilih pasta gigi

Dengan fluoride yang dapat mengendalikan karang gigi. Pasta gigi yang mengandung pirofosfat dapat membantu mencegah plak yang mengeras menjadi karang gigi. Selain itu, fluoride akan membantu memperbaiki kerusakan pada enamel yang mungkin telah terjadi. Beberapa formula juga mengandung triclosan (antibiotik yang melawan bakteri dalam plak).

  • Konsumsi Sayur dan Buah

Sayur dan buah merupakan asupan penting bagi tubuh karena mengandung banyak vitamin dan mineral yang baik bagi kesehatan tubuh. Vitamin dan mineral yang terkandung dalam sayur dan buah tidak hanya baik bagi kesehatan tubuh saja. Kandungan vitamin dan mineral dalam sayur dan buah juga berperan penting untuk membentuk air liur dalam mulut.

Air liur dalam mulut kita memiliki peranan mencegah timbulnya karang gigi. Konsumsilah sayur dan buah secara rutin, agar tidak hanya tubuh saja yang sehat, mulut pun juga terjaga kesehatannya. Beberapa jenis buah yang baik dikonsumsi untuk mencegah timbulnya karang gigi adalah buah apel dan buah melon.

Buah apel mengandung vitamin C cukup banyak. Vitamin C tersebut mampu mencegah dan menghilangkan karang gigi. Untuk kesehatan mulut, kita hanya perlu mengkonsumsi apel secara rutin. Buah melon banyak mengandung serat alami. Serat alami tersebut berperan aktif dalam proses pembentukan air liur yang baik untuk menangkal karang gigi. Pada dasarnya, berbagai sayur dan buah memiliki banyak serat dan berbagai vitamin dan mineral. Maka, konsumsilah sayur dan buah secara rutin.

  • Aloe vera

Studi tahun 2014 yang dipublikasikan Journal of Oral Health and Dental Management mendapati bahwa lidah buaya mampu memberikan efek serupa seperti yang diberikan oleh mouthwash berbahan chlorhexidine. Anda tinggal menggosokkan potongan lidah buaya ke gigi dan batas gusi, diamkan selama 10 menit, lalu bilas dengan air dingin. Lakukan 2 kali sehari.

  • Minum Air Putih dengan Rutin

Konsumsi air putih tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh. Air putih juga mampu mencegah karang gigi. Konsumsi air putih dapat mencegah timbulnya plak karena air putih tidak bersifat menimbulkan plak seperti minuman lain seperti teh dan kopi. Konsumsi air putih yang baik ialah 8 gelas setiap harinya.

Itulah tadi penyebab yang dapat membuat gigi mu mengalami kerusakan (tumbuhnya karang) seperti yang dijelaskan dika karang pada gigi tak segera di tanganin maka, gigi akan mengalami kerusakan. Untuk itu ada baiknya jika merawat gigi dengan baik dan pastinya untuk rajin dalam hal membersihkan gigi terlebih lagi setelah selesai makan.