Rokok merupakan benda yang sudah tak asing lagi bagi kita. Rokok sudah menjadi kebiasaan yang sangat umum dan meluas di masyarakat. Bahkan pada saat ini kita dapat melihat bahwa rokok digunakan bukan hanya mereka (laki-laki) saja yang mengonsumsinya melainkan sudah banyak para wanita yang terbiasa dengan hal ini.

Rokok adalah lintingan atau gulungan tembakau yang digulung atau bahkan dibungkus dengan kertas, daun, atau kulit jagung, sebesar kelingking dengan panjang 8-10 cm, biasanya dihisap seseorang setelah dibakar ujungnya. Rokok merupakan pabrik yang memiliki bahan kimia yang sangat berbahaya.

Hanya dengan membakar dan menghisap sebatang rokok saja, dapat diproduksi lebih dari 4000 jenis bahan kimia. 400 diantaranya beracun dan 40 diantaranya bisa berakumulasi dalam tubuh dan dapat menyebabkan seseorang terkena kanker. Rokok juga termasuk zat adiktif karena dapat menyebabkan adiksi (ketagihan) dan dependensi (ketergantungan) bagi orang yang menghisapnya. Dengan kata lain, rokok termasuk golongan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, Alkohol, dan Zat Adiktif).

Faktanya merokok adalah hal buruk bagi kesehatan kamu dan juga orang lain. Saat seseorang merokok, sebagian besar asapnya tidak masuk ke paru-paru perokok. Namun, sebagian besar asap rokok dilepaskan ke udara, sehingga asap dapat dihirup oleh perokok pasif. Meski tidak secara langsung merokok, perokok pasif bisa turut terkena dampak buruknya juga. Makin sering seseorang terpajan atau terpapar asap rokok, makin tinggi pula risiko gangguan kesehatan yang dialaminya.

Perokok Pasif Lebih Bahaya dari Perokok Aktif

Seperti yang dilansir oleh Wikipedia bahwa Perokok pasif merupakan seseorang yang menghirup asap rokok dari perokok aktif. Paparan asap rokok dapat menyebabkan penyakit serius hingga kematian. Dampak dari asap rokok menjadi pembahasan serius oleh para ilmuwan. Menanggapi bahaya dari asap rokok; maka dibuatlah aturan mengenai larangan merokok di berbagai tempat seperti restoran, tempat kerja, hingga ruang publik.

Sejak awal tahun 1970-anindustri tembakau melihat kekhawatiran publik atas perokok pasif sebagai ancaman serius terhadap perkembangan bisnis tembakau. Meskipun industri tembakau sudah mulai peduli terhadap kasus perokok pasif pada tahun 1980-an, tetapi industri tembakau memberikan hasil penelitian secara bias kepada masyarakat dengan tujuan untuk dapat mempertahankan bisnisnya.

Dikatakan lebih bahaya dari perokok aktif, membuat sejumlah kalangan cemas akan terkenanya asap rokok dari seseorang. Seperti yang kita ketahui bahwa begitu banyaknya perokok aktif yang mengelilingi kita, salah satunya pada saat kamu berada di salah satu alat transportasi (angkot).

Banyak pakar kesehatan yang membuat pernyataan bahwa perokok pasif memiliki resiko mendapatkan penyakit berbahaya tiga kali lebih besar daripada perokok aktif. Pernyataan ini tentu saja tidak berarti bahwa perokok pasif sebaiknya menjadi perokok aktif agar resiko mendapatkan penyakit menurun.

Namun, hal ini justru harus dijadikan perhatian bagi perokok aktif bahwa bahaya dari perilaku merokok mereka ternyata bisa menjangkiti keluarga tercinta. Bagaimana perokok pasif bisa mendapatkan dampak yang lebih berbahaya walaupun mereka tidak merokok secara langsung?

Manusia memiliki berbagai macam kebiasaan. Mulai dari berolahraga, membaca, menulis, mengarang,dan sebagainya.Di antara sekian banyak kebiasaan manusia, ada salah satu kebiasaan manusia yang sangat merugikan bagi kesehatan mereka.Anehnya, kebiasaan yang tidak baik ini sering dilakukan oleh masyarakat kita, yakni kebiasaan merokok.

Merokok sendiri bukanlah hal yang dianggap tabu oleh masyarakat kita,meskipun yang melakukannya adalah anak yang masih duduk di bangku sekolah.Hal ini sangat memprihatinkan, karena sebagaimana kita ketahui bahwa di dalam rokok terdapat banyak zat beracun yang nantinya akan mengganggu kesehatan tubuh kita.
Untuk itu dengan dibuatnya makalah ini diharapkan warga masyarakat dapat sadar dan segera meninggalkan atau mengurangi kebiasaan mereka yang tidak baik.Karena bagaimanapun juga dampak rokok bagi kesehatan pelaku (perokok aktif) maupun kesehatan orang yang terkena paparan asap rokok perokok aktif (perokok pasif) sangat besar,karena zat beracun yang terkandung di dalamnya.

Nah, ternyata para pakar kesehatan telah mengklaim bahwa dari 100 persen bahaya dari asap rokok, hanya 25 persen yang dirasakan oleh perokok para perokok aktif, mengingat adanya filter pada ujung batang rokok. Sementara itu 75 persen sisa bahaya justru didapatkan oleh perokok pasif. Mengapa begitu? Karena terpapar asap rokok secara langsung.

Asap rokok yang dihirup oleh perokok pasif memiliki setidaknya 4000 senyawa kimia berbahaya layaknya sianida, tar, arsenik, benzene dan berbagai senyawa berbahaya lainnya. Dengan menghirup berbagai senyawa kimia berbahaya, maka perokok pasif tentu saja berpotensi mendapatkan penyakit-penyakit yang mengerikan. Misalnya saja seperti;

  1. Gangguan pada pernafasan, seperti halnya seseorang yang mengidap asma.
  2. Kanker paru-paru, yang disebabkan seseorang terlalu sering terkena asap rokok.
  3. Batuk yang berkepanjangan.
  4. Serangan jantung, terganggunya pembuluh yang mengalirkan darah ke jantung. Kinerja jantung pun berisiko terganggu.
  5. Stroke secara mendadak, karena darah yang terpapar kandungan asap rokok cenderung lebih lengket dan memicu penyumbatan pada pembulu darah.

Dan tahukah kamu bahwa asap rokok begitulah mengancam kesehatan banyak orang. Bukan hanya untuk orang dewasa saja, melainkan anak-anak dan ibu hamil.

Efek Buruk Perokok Pasif

  • Pada orang dewasa yang tidak merokok

Senantiasa menghirup asap rokok secara pasif dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terserang kanker paru-paru sebanyak 25 persen. Selain itu, perokok pasif juga meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner dapat menyebabkan serangan jantung, nyeri dada, dan gagal jantung.

Asap rokok yang dihirup juga dapat menyebabkan adanya pengerasan arteri, atau yang disebut dengan aterosklerosis. Hal ini dapat disebabkan oleh lemak, kolesterol dan zat lainnya (seperti bahan kimia pada rokok) yang terbentuk di dinding arteri. Pengerasan pembuluh darah dapat menyebabkan penyempitan arteri dan menghalangi aliran darah.

  • Pada ibu hamil

Ibu hamil yang menjadi perokok pasif akan dikhawatirkan mengalami penurunan kualitas ovarium. Dalam banyak kasus, ibu hamil yang menjadi perokok pasif akan mengalami masalah pertumbuhan janin dan bahkan bisa memicu kematian. Selain itu, Prof. Marsis juga berkata jika ibu hamil yang menjadi perokok pasif dikhawatirkan akan membuat janin di dalam kandungannya mengalami kerusakan inti DNA.

Terkena paparan asap rokok akan menyebabkan janin terganggu dalam tumbuh kembangnya, kematian dini adalah salah satu resiko yang sangat besar selama di dalam kandungan dan juga dapat menimbulkan penyakit setelah bayi terlahir ke dunia. Selanjutnya adalah resiko melahirkan dengan berat badan yang rendah dikarenakan asap rokok mengandung zat yang berbahaya yang dapat menghambat aliran darah darah dari ibu ke janin sehingga nutrisi akan terhambat.

Pada beberapa kondisi ditemukan adanya peningkatan resiko infeksi, pneumonia, bahkan hingga bronkhitis dan dalam kondisi yang parah akan menyebabkan kematian pada bayi. Ibu hamil memang harus mewaspadai beberapa pengaruh lingkungan yang menyebabkan asap rokok terhirup oleh ibu hamil.

  • Pada anak-anak

Anak-anak begitu rentan terkena asap rokok, Anak-anak yang menghirup asap rokok lebih berisiko terserang beberapa penyakit. Nah, ternyata asap rokok begitu berbahay bagi pertumbuhan anak-anak kecil, yah seperti yang banyak kita tahu bahwa anak-anak pada usia dini tubuh mereka bahkan organ-organ dalamnya sedang menjalankan proses perkembangan.

Seperti halnya paru-paru. Nah, maka dari itu ada baiknya jika menghindarkan anak dari seorang perokok aktif dan menyarankannya agar tidak mendekati seseorang yang sedang asik merokok. Karena apa? Bahaya yang akan terjadi kalau anak-anak sering menghirup asap rokok dari perokok aktif, bahkan bahaya yang akan diterima jauh lebih mengerikan dari orang dewasa.

  1. Kanker pada anak atau semacam leukimia.
  2. Peningkatan risiko pertumbuhan paru lambat.
  3. Sebuah peningkatan risiko mengi, batuk dan sesak nafas.
  4. Sebuah peningkatan risiko sindrom kematian bayi mendadak.
  5. Sebuah peningkatan risiko penyakit telingah tengah.
  6. Infeksi saluran pernafasan seperti asma, bronkitis, bronkiolitis dan pneuomonia.

Gimana? Masihkah kamu ingin merokok secara sembarangan. Ada baiknya jika kamu lebih memikirkan keselamatan keluarga dan tak menyebabkan seseorang mengalami hal semacam diatas dikarenakan asap rokok yang kalian tebarkan.

Tips Menghindar Dari Perokok Aktif

Bagaimana perasaan kamu jika disebelah atau sekeliling kamu terdapat seorang perokok aktif? Apa yang kamu lakukan dengan hal menyebalkan itu? Seperti yang kita tahu bahwa terdapat beberapa tempat yang patut diwaspadai oleh perokok pasif. Langkah-langkah pencegahan bisa diterapkan pada tempat-tempat tersebut. Hal ini dilakukan agar kamu dapat terhindar dari aktifitas perokok yang merugikan ini.

1. Mengatasi asap rokok di rumah

  • Jangan biarkan anggota keluarga kamu merokok di dalam rumah, beri tahu mereka untuk berhenti merokok atau setidaknya merokok di tempat khusus.
  • Berikan tanda bebas asap rokok di depan pintu rumah dengan sopan sehingga para tamu akan menghargai dengan tidak merokok di didalam rumah, hal ini dapat menghindari sebagian keluarga akan terhirupnya asap rokok.
  • Singkirkan semua asbak, agar tidak ada yang merokok didalam rumah.
  • Jika tamu meminta izin untuk merokok, katakan padanya untuk merokok di luar rumah.
  • Beritahu anggota keluarga agar, menjauhkan anak-anak dan ibu hamil dari perokok aktif.
  • Perlu diingat bahwa meskipun mereka merokok di luar, asap rokok tetap akan menempel di pakaian dan kulit. Racun masih bisa berterbangan di udara ketika seseorang yang telah merokok kembali ke dalam rumah.

2. Mengatasi asap rokok di tempat umum

Lalu bagaimana untuk mengatasi asap rokok dari luar, yakni tempat umum? Mungkinkah kita menegur seseorang terlebih lagi jika dia lebih tua dari kita? Nah, seperti yang kamu tahu sudah terdapat beberapa tempat yang umum seperti restoran dan kafe yang bebas dari asap rokok.

  • Tanyalah terlebih dahulu tentang kebijakan merokok dan beri tahu hotel maupun restoran yang kamu kunjungi bahwa sannya kamu menginginkan ruangan atau tempat yang bebas asap rokok.
  • Jangan bawa anak-anak ke tempat-tempat yang memiliki asap rokok.
  • Makan dan minum hanya di restoran atau kafe yang 100% bebas asap rokok.
  • Manfaatkan peraturan pemerintah dalam pelarangan merokok di tempat umum sebagai ancaman bagi mereka yang merokok.
  • Perlu kamu ketahui, Pemda DKI Jakarta sudah menerapkan larangan merokok di mall, sehingga ini bisa menjadi alasan kamu untuk menuntut hak ruang bebas asap rokok saat berada di mall.

3. Mengatasi asap rokok di lingkungan kerja

  • Jika tempat kerja kamu tidak memiliki peraturan merokok yang mengontrol terjadinya perokok pasif, mintalah bantuan kepada manajemen yang berkepentingan untuk mengadakan peraturan tersebut.
  • Pisahkan perokok dan orang yang tidak merokok dengan membuat tempat khusus. Meskipun hal itu tidak menjamin mengurangi jumlah perokok pasif, namun hal tersebut lebih baik dibandingkan dengan mencampurkan keduanya dalam satu ruangan.
  • Melarang orang lain untuk merokok di dalam kantor dan membatasi asap rokok dalam ruangan khusus rokok agar asap tidak keluar dari tempatnya. Oleh karena itu, ruangan khusus merokok harus didesain secara khusus untuk mencegah asap rokok keluar dari ruangan.
  • Udara yang berasal dari ruangan merokok harus dibuang melalui saluran khusus yang tidak tersambung dengan saluran udara ruangan lain.
  • Sistem ventilasi harus menyediakan pasokan udara sebanyak 1,6㎡/detik untuk perokok dalam ruangan khusus merokok.
  • Buat program bahaya merokok untuk karyawan agar karyawan berhenti dari merokok.
  • Jangan menggunakan ruangan khusus rokok untuk kegiatan apapun.

Sudah jelaskan bahwa bahaya dari asap rokok tidaklah main-main, bahkan seseorang dapat terjangkin penyakit yang berbahaya. Dan kamu dapat mengambil kesimpulan bahwa perbuatan merokok adalah hal yang begitu merugikan. Bahkan bukan untuk orang lain terlebih lagi sangat merugi atas kesehatan bagi diri kamu sendiri.