Bukan rahasia umum bahwa kanker sudah menjadi fenomena baru yang menakutkan karena merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, setiap tahun jumlah penderita kanker di dunia bertambah 6,25 juta orang. Dalam 10 tahun mendatang diperkirakan 9 juta orang akan meninggal setiap tahun akibat kanker.

Pasalnya, penyakit ini bisa menyerang siapa pun tanpa pandang bulu. Mulai dari balita hingga lanjut usia, wanita maupun laki-laki, bahkan mereka yang memiliki gaya hidup yang cukup sehat. Kanker adalah nama untuk beberapa jenis penyakit serupa. Kanker bisa muncul pada bagian tubuh mana pun karena asalnya dari sel dalam tubuh manusia. Maka dari itu ada banyak sekali jenis-jenis kanker yang ditemui dalam tubuh manusia.

Misalnya saja seperti kanker leukimia, kanker tulang, kanker payudara, kanker kulit, kanker rahim, kanker paru-paru dan kanker prostat. Perlu untuk anda pahami bahwa “Tubuh manusia” itu terdiri dari 100 triliun sel lebih.

Dan dari sel-sel normal yang menjadi komponen tubuh inilah sel kanker dapat tumbuh. Baik itu dari satu sel tunggal atau dari sekelompok sel hingga dari sebuah bagian jaringan. Jaringan sendiri adalah sekumpulan sel yang memiliki karakter dan fungsi yang sama.

Sel-sel ini akan terus berkembang dan berlipat ganda menjadi sel-sel yang baru, mengikuti pertumbuhan dan kebutuhan manusianya. Sementara sel-sel yang sudah terlalu tua, tidak sehat dan tidak berfungsi lagi akan mati secara alamiah.

Tubuh manusia memiliki sistem pusat tersendiri yang mampu mengatur berapa jumlah sel yang diperlukan tubuh dan sel-sel mana yang sudah tidak sehat. Sistem inilah yang akan memberi perintah bagi sel untuk membelah diri dan bertambah banyak atau untuk mematikan diri.

Sel kanker bisa lahir jika ada kesalahan pada sistem sehingga sel yang rusak tidak mati dengan sendirinya. Sel tersebut justru terus membelah diri hingga jumlahnya sudah tak bisa dikendalikan lagi. Perubahan inilah yang bisa memicu munculnya sel kanker. Namun pada kesempatan ini saya akan membahas mengenai “kanker Karsinoma Untuk itu yuk, kita simak ulasan dibawah ini.

Apa Itu Kanker Karsinoma Sel Skuamosa?

Karsinoma sel skuamosa atau KSS adalah salah satu jenis kanker kulit non-melanoma atau tidak ganas. Meski sebagian besar perkembangannya lamban dan jarang mengancam jiwa, kanker ini berkemungkinan menyebar hingga jaringan, tulang, atau noda limfa di sekitarnya.

Jika ini terjadi, KSS akan sulit ditangani dan berpotensi memicu komplikasi yang serius. KSS umumnya tumbuh pada kulit wajah, tepatnya di sekitar telinga atau bibir. Namun, tetap bisa muncul pada berbagai bagian kulit serta semua bagian tubuh yang memiliki sel skuamosa. Nah, persamaan karsinoma dengan kanker jenis lain adalah sama-sama merupakan sel abnormal yang membelah tanpa terkendali dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain.

Meskipun pada umumnya karsinoma mampu menyebar ke tempat lain, kadang-kadang sel kanker ini tidak menyebar, meski tetap bersifat tidak ganas. Karsinoma yang tetap berada dalam sel asalnya ini dikenal dengan istilah in situ. Untuk itu yuk, kita simak bersama mengenai penyebab serta faktor dan gejalanya.

Gejala dari Karsinoma

Karsinoma sel skuamosa biasanya diawali dengan munculnya kulit bersisik seperti koreng disertai kulit memerah. Koreng tersebut kemudian tumbuh menjadi benjolan mirip kutil yang terkadang bisa berdarah.Segera periksakan ke dokter jika Anda memiliki koreng yang tidak kunjung sembuh selama delapan minggu atau lebih.

Koreng KSS juga berpotensi tumbuh pada bekas luka atau kulit lecet yang kronis. Pada bibir atau dinding rongga mulut dalam timbul bercak bersisik yang kemudian menjadi luka kemerahan. Karena itu, diskusikanlah dengan dokter apabila terjadi perubahan abnormal pada luka Anda. Memiliki gejala yang berbeda- beda tergantung jenis karsinoma.

Pada karsinoma sel skuamosa, gejala ditandai adanya Koreng yang kemudian tumbuh menjadi benjolan mirip kutil yang terkadang bisa berdarah. Pada Karsinoma nasofaring, Terdapat benjolan di hidung atau leher disertai Sakit tenggorokan. Karsinoma sel skuamosa memiliki gejala fisik yang sangat jelas.

Hal ini sangat membantu memperingatkan pasien untuk segera berkonsultasi kepada dokter. Pada jenis kanker apa pun, diagnosis segala dini dapat membawa peningkatan yang besar kepada hasil pengobatan kanker.

Tanda awal dari karsinoma sel skuamosa adalah:

  1. Benjolan keras pada kulit.
  2. Benjolan berbentuk kubah yang mengeluarkan darah.
  3. Luka yang tak kerap sembuh.
  4. Tompok pada kulit, berwarna kemerahan yang rata dan bersisik.

Setelah mengetahui gejala yang akan ditimbulkan dari kanker karsinoma ini, anda juga perlu untuk mengetahui penyebab serta faktor lain yang dapat memicu kanker ini pada tubuh anda. Untuk itu, baca terus ya guys.

Penyebab dan Faktor Risiko Karsinoma Sel Skuamosa

Penyebab pertumbuhan dan perubahan abnormal pada sel-sel kanker belum diketahui penyebabnya. Demikian pula dengan karsinoma sel skuamosa. Para pakar menduga ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko KSS pada seseorang, di antaranya meliputi:

  1. Paparan sinar matahari yang berlebihan. Seperti yang mana sebelumnya dijelaskan bahwa penyebab utama terjadinya kerusakan ialah paparan sinar matahari. Kerusakan kulit akibat paparan sinar ultraviolet merupakan faktor risiko utama tidak hanya pada KSS, tapi juga kanker kulit pada umumnya.
  2. Warna kulit. Buat kalian yang berkulit putih ada baiknya untuk berhati-hati, karena apa? Orang berkulit terang lebih rentan mengidap KSS karena pigmen kulitnya lebih sedikit dibandingkan dengan orang berkulit gelap.
  3. Suka menggelapkan kulit, baik dengan paparan sinar matahari secara langsung atau dengan menggunakan alat khusus.
  4. Usia, risiko KSS cenderung meningkat pada lansia.
  5. Pengaruh keturunan. Risiko Anda untuk mengidap KSS akan meningkat jika memiliki anggota keluarga yang menderita kanker kulit.
  6. Pernah mengidap kanker kulit.
  7. Sistem kekebalan tubuh yang lemah,misalnya karena mengonsumsi obat imunosupresan,pengidap limfoma,atau pengidap kanker darah.
  8. Mengidap kelainan genetika seperti albinisme atau sindrom Gorlin.

Diagnosis Karsinoma Sel Skuamosa

Pemeriksaan akan diawali oleh dokter yang menanyakan riwayat kesehatan pasien dan keluarga. Dokter kemudian memeriksa kondisi fisik dan indikasi KSS, yaitu koreng pada kulit pasien. Apabila ada dugaan KSS, dokter akan menganjurkan pemeriksaan lebih lanjut yang berupa biopsi. Dalam prosedur ini,sampel kulit dari koreng Anda akan diambil agar bisa diteliti di laboratorium.

Dan seperti yang banyak kita tahu bahwa lebih dari 90% kanker kulit tumbuh di daerah yang terpapar oleh sinar matahari atau sinar ultra violet lainnya. Hal ini diduga merupakan penyebab utama dari semua jenis kanker kulit.

Faktor resiko lainnya adalah:

  1. Faktor genetik (kanker kulit lebih sering ditemukan pada orang berkulit terang, mata biru atau hijau dan rambut pirang atau merah).
  2. Pencemaran oleh bahan kimia.
  3. Pemaparan berlebihan oleh sinar X atau radiasi lainnya.

Namun adakah cara mengatasi ataupun mencegah kanker ini menjangkit tubuh kita?

Pengobatan Untuk Kanker KSS

Karsinoma sel skuamosa dan penyakit Bowen diatasi dengan mengangkat tumor, baik dengan cara kuretasi dan elektrodesikasi maupun memotongnya dengan pisau bedah. Keratosis aktinik bisa berubah menjadi karsinoma sel skuamosa. Keratosis aktinik dihancurkan dengan larutan nitrogen atau krim fluorourasil.

Karsinoma sel skuamosa yang terdeteksi lebih dini akan meningkatkan kemungkinan sembuh pasien. Pengobatan yang dianjurkan oleh dokter biasanya ditentukan berdasarkan ukuran tumor dan tingkat penyebarannya. Beberapa langkah penanganan yang bisa menjadi pilihan pasien meliputi:

  1. Pengangkatan kanker melalui operasi kecil maupun prosedur kuret.
  2. Cryosurgery, yaitu prosedur membekukan sel-sel kanker dengan nitrogen cair.
  3. Terapi dengan sinar laser untuk menghancurkan sel-sel kanker.
  4. Kemoterapi melalui obat oles.
  5. Radioterapi. Prosedur ini biasanya dipilih ketika kanker berada pada lokasi yang sulit dijangkau atau pasien tidak bisa menjalani operasi.
  6. Photodynamic therapy (PDT). Pada prosedur ini, sel-sel kanker akan dihancurkan melalui penggunaan sinar khusus.
  7. Operasi Mohs, yaitu pengangkatan kanker selapis demi selapis yang kemudian diteliti di bawah mikroskop.
  8. Pengangkatan noda limfa jika kanker sudah menyebar.

Namun ada baiknya jika anda menghindari dan mengetahui apa saja cara yang baik untuk mencegah penyakit ini. Karena lebih baik mencegah daripada harus mengobati guys. Untuk itu ada beberapa pencegahan yang dapat anda lakukan agar kanker ini tak menjangkit tubuh.

Langkah Pencegahan Karsinoma Sel Skuamosa

Karena penyebab keabnormalan pada sel kanker belum diketahui, kanker kulit (termasuk karsinoma sel skuamosa) tidak bisa dicegah. Meski demikian, kita bisa menghindari faktor-faktor risikonya dengan langkah sederhana yang meliputi:

  1. Kurangi paparan sinar matahari. Misalnya, tidak keluar rumah pada siang hari(terutama pada pukul 11 siang hingga 3 sore).
  2. Gunakan tabir surya sehari-hari. Tabir surya yang disarankan untuk digunakan adalah yang mengandung setidaknya SPF 15 dan pelindung dari sinar ultraviolet A. Anak-anak serta orang berkulit terang disarankan menggunakan tabir surya dengan SPF 30.
  3. Kenakan pakaian tertutup, termasuk topi jika bepergian.
  4. Hindari prosedur penggelapan kulit.

Karsinoma merupakan salah satu jenis kanker. Beberapa contoh dari karsinoma adalah adenokarsinoma, karsinoma sel skuamosa, karsinoma sel basal dan karsinoma sel ginjal. Beberapa jaringan tubuh yang dapat diserang oleh karsinoma adalah jaringan otak, pembuluh darah, tulang, saraf tulang belakang, atau sel sistem kekebalan tubuh.

Beberapa Tipe Karsinoma

Karsinoma sel basal. Jenis ini adalah yang paling umum terjadi. Tipe ini menyerang sel-sel terdalam pada lapisan kulit terluar. Jenis kanker ini dapat menyebar ke tubuh bagian lain, meski sangat jarang terjadi. Ciri-ciri karsinoma sel basal dapat berupa bercak merah, luka terbuka, benjolan yang mengilap, atau berwarna merah muda. Biasanya karsinoma sel basal terjadi karena kulit Anda terlalu sering terpapar sinar matahari.

Adenokarsinoma adalah karsinoma yang tumbuh pertama kali di sel kelenjar. Sel-sel kelenjar tersebut memproduksi cairan dan lendir sehingga sifatnya berbeda dengan jenis karsinoma yang lain. Adenokarsinoma bisa tumbuh di bagian tubuh mana saja, seperti paru-paru atau pankreas.

Karsinoma sel ginjal. Sesuai namanya, karsinoma jenis ini adalah kanker yang tumbuh di dalam ginjal. Keberadaan sel abnormal ini baru bisa diketahui jika Anda melakukan CT scan atau USG. Sayangnya, kadang-kadang kanker ini terdeteksi ketika ukurannya sudah sangat besar, bahkan sel kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain.

Karsinoma sel skuamosa. Jenis kanker ini identik dengan kanker kulit. Tumbuhnya sel abnormal tersebut memang lebih sering muncul di kulit. Namun, sel kanker tersebut juga bisa tumbuh di bagian tubuh lain, misalnya saluran pencernaan, saluran pernapasan, serta organ-organ tubuh tertentu.Meskipun sama-sama tumbuh di kulit seperti karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa keadaannya lebih parah, baik soal pertumbuhan maupun penyebarannya.

Karsinoma duktal in situ (DCIS). Jenis ini merupakan sel prakanker. Tumbuhnya di dalam sel-sel saluran payudara. Disebut prakanker karena sel abnormal ini belum berkembang atau belum menyebar ke area di sekitarnya. Jika seorang wanita mengalami DCIS dan cepat terdeteksi, besar kemungkinannya untuk bisa disembuhkan.

Duktal karsinoma invasif. Ini adalah jenis kanker payudara. Pada mulanya sel abnormal tumbuh di dalam saluran susu dan menyebar ke dalam jaringan lemak payudara. Aliran darah dan sistem getah bening dapat menghantarkan kanker jenis ini untuk menyebar ke tubuh bagian lain.

Dengan mengetahui penyebab serta pencegahan anda dapat melakukan beberapa tindakan agar kulit serta kesehatannya tetap terjaga dan menghindarinya dari beberapa penyakit. Demikianlah pembahasan mengeni Kanker Karsinoma Sel Skuomosa, untuk itu ingat selalu ya guys mengenai pencegahan serta penyebab yang nantinya akan membantu anda dalam memberantas kanker yang satu ini.