Mungkin dari banyak kalian belum paham mengenai gejala yang satu ini. Penyakit ini merupakan salah satu dari berbagai jenis penyakit kanker. Ada banyak jenis kanker yang dapat menjangkit tubuh, jika tubuh mengalami penurunan atau kekebalan tubuh mengalami gangguan. Namun adakah diantara kalian yang tahu apa yang dimaksud dengan leukimia ini? Nah, untuk kalian yang belum paham akan jenis kanker yang satu ini, berikut ulasannya dibawah ini.

Pengertian Leukimia

qLeukimia adalah suatu penyakit yang dikenal dengan adanya proliferasi neoplasitik dari sel-sel organ hemopoietik, yang terjadi sebagai akibat mutasi somatik sel bakal (stem cell) yang akan membentuk suatu klon sel leukimia. Leukimia merupakan penyakit yang menakutkan, dalam bahasa awam leukimia lebih dikenal dengan sebutan kanker darah. Leukimia terjadi akibat timbulnya sel kanker yang masuk pada darah. Untuk penyebab secara pasti mengenai penyakit leukimia memang belum diketahui.

Namun untuk mengurangi resiko terjadinya kanker darah atau leukimia jauhilah konsumsi obat antikanker, bahan kimia seperti benzena dan juga terkena radiasi secara langsung. Terutama bagi Anda yang memiliki kelainan gen, biasanya akan lebih sensitif terhadap serangan leukimia. Penyakit kanker darah (leukimia) menduduki peringkat tertinggi kanker pada anak. Namun, penanganan kanker pada anak di Indonesia masih lambat. Itulah sebabnya lebih dari 60% anak penderita kanker yang ditangani secara medis sudah memasuki stadium lanjut.

Leukimia merupakan keganasan hemopoietik yang mengakibatkan proliferasi klon yang abnormal dan sel bakal mengalami transformasi leukimia, terjadi kelainan pada diferensiasi dan pertumbuhan dari sel limfoid dan mieloid. Diagnosa leukimia akut dapat ditegakkan dari pemeriksaan hematologi Hb, leukosit, tulang, yaitu tipe leukimia akut berdasarkan klasifikasi FAB.

Bermasalahnya Sel Darah Putih

Sel darah putih yang mengakibatkan timbulnya penyakit leukimia berasal dari sel stem dan terletak pada bagian sumsum tulang. Nah leukimia bisa terjadi jika stem sel melakukan pematangan dan menjadi sel darah putih yang menimbulkan gangguan dan membuat leukimia menjadi timbul dan ganas. Akibat pematangan dari stem sel tersebut mampu membuat tersusun kembali bagian pada kromosom dimana ini merupakan bagian gen pada sel yang kompleks.

Tersusun kembalinya kromosom akan mengganggu sistem yang normal dari proses terbelahnya sel, hal inilah yang membuat sel dalam darah akan menjadi membelah diri dan tak dapat dikendalikan menjadi ganas.

Hal ini juga akan menyebabkan sel tersebut menguasai sumsum tulang dan menggantikan posisi sel yang berfungsi normal. Tentu saja akan membuat kerusakan pada sel darah karena timbulnya hal tersebut, gangguan yang ditimbulkan akan semakin mengganas jika sel kanker terus membelah diri dan menjadi susah dikendalikan. Selain itu kanker juga dapat menimbulkan gangguan pada organ lain dalam tubuh seperti limpa, kelenjar getah bening, otak, hati, ginjal dan juga otak.

Gejala Leukemia

wGejala kanker darah sangat beragam. Tiap penderita biasanya mengalami indikasi yang berbeda-beda, tergantung kepada jenis kanker darah yang diidap. Indikasi-indikasi kanker ini juga cenderung sulit dikenali karena cenderung mirip dengan kondisi lain, seperti flu. Karena itu, kita perlu mewaspadai gejala-gejala umum yang tidak kian membaik atau mereda, seperti:

  1. Lemas atau kelelahan yang berkelanjutan.
  2. Demam.
  3. Menggigil.
  4. Sakit kepala.
  5. Muntah-muntah.
  6. Keringat berlebihan, terutama pada malam hari.
  7. Nyeri pada tulang atau sendi.
  8. Penurunan berat badan.
  9. Pembengkakan pada limfa noda, hati, atau limpa.
  10. Muncul infeksi yang parah atau sering terjadi.
  11. Mudah mengalami pendarahan (misalnya sering mimisan) atau memar.
  12. Muncul bintik-bintik merah pada pada kulit.

Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera hubungi dan periksakan diri ke dokter. Terutama untuk gejala yang sering kambuh atau tidak kunjung membaik. Kesulitan mengendalikan diri ketika berjalan atau mengalami kejang otot dari waktu ke waktu merupakan salah satu gejala leukemia. Penderita leukemia biasanya akan kesulitan mengontrol otot dan menyeimbangkan tubuh.

Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami penyakit ini, mungkin beberapa gejala diatas dapat membantu kalian mengetahui mengenai penyakit ini. Dan berikut penyebab yang membuat sesorang mengalami kanker leukimia, simak penjelasannya berikut ini.

Penyebab Leukimia

pPenyebab dasar kanker darah belum diketahui secara pasti. Namun, diduga mutasi DNA dalam sel darah putih menyebebakan perubahan tindakan setiap sel. Selain itu, perubahan lain dalam sel darah putih akibat faktor gen dan lingkungan juga diperkirakan turut berperan memicu leukemia.

Secara umum, para ahli memperkirakan bahwa leukemia terjadi sewaktu beberapa sel darah mengalami mutasi pada DNA mereka, DNA adalah instruksi dalam setiap sel yang menuntun perilaku mereka. Tapi mungkin ada perubahan lain pada sel yang belum sepenuhnya dipahami yang dapat menyebabkan leukemia.

Terdapat kelainan-kelainan tertentu yang menyebabkan sel untuk bertumbuh dan membelah diri lebih cepat serta terus hidup meskipun seharusnya sudah waktunya mereka mati. Seiring waktu, sel-sel yang mengalami kelainan (abnormal) ini bisa menggusur sel-sel darah sehat di sumsum tulang, sehingga hanya tinggal sedikit sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit yang sehat. Kondisi ini pada akhirnya akan menimbulkan tanda dan gejala leukemia.

Meskipun begitu, sebagian besar orang dengan risiko tinggi di atas tidak mengalami leukemia. Di sisi lain, penderita leukemia sering kali ditemukan justru pada orang yang tidak memiliki risiko tersebut.

Faktor-faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko kanker darah meliputi:

Faktor keturunan atau genetika. Penderita down syndrome atau gangguan genetika lain yang langka meningkatkan risiko mengalami leukemia akut. Sedangkan leukemia limfatik kronis sering diturunkan dalam keluarga dan biasanya dialami pria. Selain itu, riwayat keluarga yang mengidap leukemia juga dapat memperbesar risiko mengalami penyakit yang sama.

  1. Pernah menjalani pengobatan kanker. Kemoterapi atau radioterapi tertentu diduga dapat memicu kanker darah.
  2. Pernah mengalami pajanan terhadap radiasi tingkat tinggi atau zat-zat kimia tertentu. Misalnya orang yang pernah terlibat dalam kecelakaan yang berhubungan dengan reaktor nuklir atau mengalami pajanan zat kimia seperti benzena.
  3. Merokok. Rokok tidak hanya akan meningkatkan risiko kanker darah (terutama leukemia mielogen akut), tapi juga berbagai penyakit lain.
  4. Setelah diagnosis kanker darah positif, dokter akan mendiskusikan langkah pengobatan yang tepat. Jenis penanganan yang akan Anda jalani tergantung kepada usia, kondisi kesehatan Anda, dan jenis atau stadium kanker darah yang Anda idap.

Pengobatan Kanker Darah

ppDalam perkembangannya, mereka yang menderita kanker darah atau leukemia semakin meningkat saja dari tahun ke tahunnya. Bila tidak ditangani dengan benar, kanker darah dapat berbahaya dan sukar disembuhkan, tetapi bukan tidak mungkin untuk sembuh total. Penderita kanker darah kini memiliki beragam pilihan pengobatan yang dapat dimanfaatkan secara maksimal. Berikut beberapa jenis pengobatan kanker darah tersebut.

Nah, tujuan dari berbagai pengobatan kanker darah ini adalah untuk menghancurkan sel-sel leukemia dan memungkinkan sel-sel normal untuk kembali terbentuk di dalam sumsum tulang. Hal ini dilakukan agar keputusan memilih suatu jenis pengobatan didasarkan pada jenis leukemia yang diderita, Misalnya seperti sudah seberapa parahkah kankernya? Dan berapa usia pasien dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Perawatan umum yang digunakan untuk mengobati leukemia meliputi:

  • Kemoterapi

Terapi utama dengan menggunakan obat bahan kimia untuk membunuh sel-sel leukemia. Tergantung pada jenis leukemia, penggunaan bisa berupa obat tunggal atau kombinasi. Obat ini tersedia dalam bentuk pil, atau suntikan langsung ke pembuluh darah.

  • Terapi Biologis

Terapi biologi ini dimaksudkan untuk memperkuat daya tahan tubuh pasien dari ganasnya serangan kanker. Biasanya, terapi jenis ini menggunakan media suntikan intravena. Terapi biologi berbeda-beda tipenya karena tergantung dari jenis kanker darah yang diderita. Misalnya saja, untuk pasien yang menderita leukemia limfositik kronis, maka cocok digunakan jenis terapi antibodi monoklon. Sedangkan, untuk pasien yang menderita leukemia myelo kronis, maka terapinya ialah interferon.

  • Terapi Radiasi

Menggunakan sinar-X atau lainnya untuk merusak sel-sel leukemia dan menghentikan pertumbuhannya. Anda mungkin menerima radiasi di satu daerah tertentu pada tubuh di mana ada kumpulan sel-sel leukemia, atau mungkin menerima radiasi pada seluruh tubuh. Terapi radiasi dapat digunakan untuk mempersiapkan transplantasi sel induk.

  • Transplantasi Sel Induk

Sebuah transplantasi sel induk adalah prosedur untuk menggantikan sumsum tulang yang rusak dengan sumsum tulang yang sehat. Sebelum transplantasi sel induk, pasien harus menerima kemoterapi dosis tinggi atau terapi radiasi terlebih dahulu untuk menghancurkan sumsum tulang yang rusak. Sel induk bisa didapatkan dari donor, atau dalam beberapa kasus mungkin dapat menggunakan sel induk sendiri. Transplantasi sel induk sangat mirip dengan transplantasi sumsum tulang.

Dikatakan beruntung memiliki kesehatan dan tubuh yang kuat adalah impian setiap manusia. Untuk itu syukurilah setiap hari yang kalian lalui dengan kesehatan yang baik. Karena sehat itu sangat mahal. Untuk itu demikianlah pembahasan mengenai kanker darah. Bagi pembaca semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan mengenai kanker darah tersebut.