Pada umunya mereka yang memiliki usia diatas 45 tahun bisa mengalami trigger finger dan lebih banyak yang mengalaminya ialah wanita. Penyakit ini konon katanya lebih suka menyerang mereka yang memiliki profesi sebagai dokter gigi, penjahit dan pengrajin kulit. Mengapa begitu? Nah, untuk itu ada baiknya untuk kita lihat dibawah ini, mengenai pembahasan apa itu Trigger Finger? Untuk itu kita simak bersama ya.

Apa Itu Trigger Finger?

Trigger finger atau stenosing tenosynovitis, adalah sebuah kondisi di mana jari terkunci pada posisi menekuk, yang dapat menyebabkan rasa sakit dan membatasi pergerakan tangan yang terkena. Ini terjadi saat tendon pada jari membengkak, sehingga menghalanginya bergulir dengan mudah melalui sarungnya yang merupakan jaringan yang menutupi tendon.

Saat jari menekuk, tendon yang bengkak akan tertarik melewati sarung yang sempit, sehingga menyebabkan suara ledakan diiringi dengan rasa sakit. Meskipun banyak orang menderita kondisi ini, tidak semuanya mencari perawatan medis, yang artinya mereka hidup dalam rasa sakit.

Jika kondisinya relatif berat, jari tersebut berada dalam posisi bengkok dan kadang-kadang menimbulkan bunyi gemeretak ketika diluruskan dengan paksa seperti orang sedang mengacungkan pelatuk senjata, sebagaimana nama penyakit tersebut.

Orang-orang yang pekerjaannya menuntut aktivitas penggenggaman tangan secara berulang memiliki risiko lebih tinggi mengalami jari pelatuk, sebagaimana penderita radang sendi dan diabetes. Perawatannya bervariasi tergantung pada tingkat kepelikan dan penyebab, oleh karena itu diagnosis yang akurat adalah penting.

Para petani, juru tik, pekerja industri atau musisi adalah kelompok yang terutama rentan terserang jari pelatuk karena mereka pasti mengulang gerakan jari dan ibu jari secara konstan. Bahkan para perokok pun dapat terkena ibu jari pelatuk karena menyalakan pemantik berulang kali. Sebaiknya, hentikan (atau batasi) tindakan bersifat berulang yang membuat jari Anda meradang dan mungkin rasa sakit serta kontraktur, pemendekan permanen pada otot/sendi yang terjadi karena menegang terlalu lama, pada jari Anda akan berubah dengan sendirinya.

Pentingnya Menjaga Keselamatan Jari Tangan di Area Kerja

Seperti yang dijelaskan oleh wikipedia, bahwa Tangan memiliki dua definisi. Definisi yang luas adalah anggota badan dari siku sampai ke ujung jari tangan, sedangkan definisi yang sempit adalah anggota badan dari pergelangan sampai ujung jari tangan (bagian dalamnya disebut telapak tangan).

Sebagian besar manusia memiliki dua tangan, biasanya dengan empat jari dan satu ibu jari. Jika jari-jari ditekuk erat, tangan akan membentuk suatu kepalan. Biasanya kita tidak mementingkan tangan kita yang sangat berharga saat bekerja. Kebanyakan orang baru sadar kalau tangan itu penting setelah tangannya cedera karena luka, ujung jari tangan bengkak, jari tangan bengkak dan sakit, jari tangan bengkak dan bernanah, tangan bengkak tiba tiba, patah atau cacat.

Demikianpun jari-jari tangan yang sangat besar gunanya dalam kehidupan. Kehilangan salah satu ibu jari juga akan sangat memengaruhi kenyamanan orang saat bekerja dan dapat berakibat pada keselamatan pekerja. Begitu pentingnya jari tangan maka jari kelingking yang putus karena kerja sama dengan kehilangan 300 hari kerja. Walau dikatakan sepele namun ada baiknya untuk tetap memperhatikan jari, agar tak mengelami beberapa penyakit. Seperti halnya jari pelatuk.

Gejala Utama Trigger Finger

Gejala awal dari trigger finger adalah rasa sakit pada pangkal jari atau jempol yang tidak dapat dijelaskan. Sebab rasa sakit dapat diatribusikan pada beberapa kemungkinan atau hanya sekedar kaku, trigger finger sulit untuk dideteksi awalnya. Namun, setelah pembengkakan memburuk, rasa sakit akan lebih intens dan gejala lainnya akan mulai muncul.

Beberapa gejala yang dilaporkan terjadi, antara lain:

  1. Kekakuan yang biasanya memburuk di pagi hari
  2. Benjolan atau nodul pada pangkal jari yang sakit
  3. Nyeri saat meluruskan jari
  4. Nyeri saat mengenggam sesuatu

Gejala dengan tanda yang paling jelas adalah bunyi klik saat jari yang sakit ditekuk atau diluruskan, juga dibarengi dengan rasa sakit mendadak dan tajam. Beberapa pasien juga mengalami jarinya terkunci pada posisi tertentu, seperti lurus atau menekuk; jika terkunci pada posisi menekuk, jari biasanya tidak dapat kembali ke posisi lurus, sehingga dalam kasus ini perlu diluruskan perlahan dengan tangan yang lain.

Penyebab Jari Pelatuk

Penyebab dari trigger finger adalah penyempitan selubung yang mengelilingi tendon pada jari yang terkena. Tendon adalah tali fibrosa yang melekatkan otot ke tulang. Setiap tendon dikelilingi oleh selubung pelindung yang dilapisi dengan zat yang disebut tenosynovium. Tenosynovium akan merilis cairan pelumas yang memungkinkan tendon untuk meluncur dengan mulus di dalam selubung pelindungnya saat Anda menekuk dan meluruskan jari seperti kabel yang tengah melalui pipa berpelumas.

Namun, ada beberapa faktor lain yang memicu tringger finger atau meradangnya tendon, yang diantaranya adalah saebagai berikut:

  1. Tegang akibat gerakan yang berulang.
  2. Tekanan yang di rasakan pada jempol atau jari lainnya.
  3. Kondisi seperti arthritis, diabetes dan encok.
  4. Menggenggam objek dalam waktu yang cukup lama.
  5. Trauma pada telapak atau pangkal jari tangan yang sdakit.

Penyebab-penyebab tersebut menegaskan tingginya resiko bagi sang penderita untuk mengalami kondisi ini. Terlebih mereka yang memiiliki profesi menggunakan kekuatan jari tangannya seperti petani, pemain musik dan lainnya. Dan sebuah penelitianpun menyebutkan bahwa wanita berusia antara 40-60 tahunpun mengalami kondisi ini. Kondisi ini lebih sering terjadi pada beberapa jari saja, seperti jempol, jari tengah dan jari manis. Namun adakah pencegahan atuapun pengobatan yang baik untuk mereka yang mengalami jari pelatuk ini?

Pengobatan Untuk Trigger Finger

Nah, mungkin bagi anda yang belum paham akan pengobatan dari jari pelatuk ini, sebaiknya terlebih dahulu mengkonsultasikan ke dokter. Agar mengetahui bagimana kondisi dari jari tersebut. Apakah masih dalam tahap yang biasa atau malah sudah serius. Terdapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan durasi (lama seseorang terkena).

  • Pengobatan untuk kasus ringan

Untuk gejala ringan atau jarang, beberapa pendekatan ini mungkin efektif.

  1. Belat. Dokter mungkin akan memakaikan belat untuk menjaga jari yang terkena dalam satu posisi, selama enam minggu. Belat membantu untuk mengistirahatkan sendi. Belat juga membantu mencegah Anda melengkungkan jari ke dalam kepalan saat tidur, posisi yang membuat jari terasa sakit ketika jari digerakkan di pagi hari.
  2. Latihan jari. Dokter mungkin juga menyarankan agar Anda melakukan beberapa teknik latihan lembut terhadap jari yang terkena. Hal ini dapat membantu mempertahankan mobilitas jari.
  3. Menghindari posisi mencengkeram secara berulang. Selama setidaknya tiga sampai empat minggu, hindari aktivitas yang membutuhkan posisi mencengkeram-berulang, menggenggam-berulang, atau penggunaan mesin yang bergetar dalam jangka panjang.
  • Pengobatan untuk kasus yang serius

Lalu gimana dengan mereka yang sudha masuk ke tahp yang serius? Untuk gejala yang lebih serius, dokter mungkin menyarankan pendekatan lainnya, seperti:

  1. Non-steroid anti-inflammatory drugs (NSAIDs). Obat-obatan seperti ibuprofen dapat meredakan pembengkakan yang meng-konstriksi selubung tendon dan menjebak tendon. Obat-obatan ini juga dapat meringankan rasa sakit yang terkait dengan pemicu jari.
  2. Steroid. Suntikan obat steroid, seperti glukokortikoid, di sekitar atau ke dalam selubung tendon juga dapat digunakan untuk mengurangi peradangan selubung. Perawatan ini paling efektif jika diberikan segera setelah tanda-tanda dan gejala dimulai. Jika perlu, suntikan dapat diberikan secara berulang, meskipun suntikan berulang mungkin tidak seefektif injeksi awal. Suntikan steroid mungkin tidak akan efektif pada orang dengan kondisi medis lainnya, seperti rheumatoid arthritis atau diabetes.
  3. Perilis (pelepas) trigger finger percutaneous. Pada prosedur ini, yang dilakukan dengan menggunakan anestesi lokal, dokter akan menggunakan jarum untuk melepaskan jari yang terkunci. Prosedur ini adalah prosedur yang paling efektif untuk jari telunjuk, jari tengah dan jari manis.
  4. Pembedahan. Meskipun kurang umum daripada jenis perawatan lainnya, pembedahan untuk melepaskan tendon mungkin diperlukan untuk mengatasi masalah “penguncian” yang tidak merespon pengobatan lain.

Jika jari mengalami kekakuan atau terkunci dalam suatu posisi, segera temui dokter sehingga ia dapat meninjau gejala dan melakukan evaluasi fisik pada tangan Anda. Jika sendi jari terasa panas dan meradang, segera cari perawatan medis karena tanda-tanda ini menunjukkan adanya kemungkinan infeksi. Namun ada tips alami yang sebaiknya untuk anda terapkan agar mengurangi rasa sakit akibat pelatuk jari tersebut.

Tips Alami Mengatasi Penyakit Trigger Finger

Kondisi ini dapat menjadi tidak nyaman dan bahkan menyakitkan. Ini akan membatasi pergerakan jari yang terkena dan dapat membuat tidak mungkin untuk meluruskannya. Meskipun begitu, kamu bisa mengurangi rasa ketidaknyamanan dan mengatasi masalah ini dengan menggunakan metode alami. Berikut adalah beberapa Cara Alami Untuk Mengatasi Penyakit Trigger Finger :

1. Terapkan kompres dingin

Kamu juga dapat melihat adanya peningkatan dengan menggunakan kompres dingin beberapa kali sehari. Sebuah kompres dingin akan menawarkan efek mati rasa pada ujung saraf, yang pada gilirannya membantu dalam mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.

  1. Letakkan beberapa es batu di handuk tipis dan ikat dengan aman.
  2. Terapkan kompres es ini ke jari yang terkena selama 10 menit.
  3. Berhentilah selama 5 menit dan ulangi 2 atau 3 kali lagi.
  4. Gunakan obat sederhana ini beberapa kali sehari, sesuai kebutuhan.

Jika kamu tidak memiliki es, kamu dapat menggunakan kantong berisi sayuran beku atau sendok dingin.

2. Kunyit

Ramuan obat lain yang baik untuk trigger finger adalah kunyit. Senyawa yang disebut curcumin di dalamnya berfungsi sebagai agen anti-inflamasi, sehingga secara efektif dapat mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Curcumin juga membantu meningkatkan aliran darah ke jari yang terkena, yang penting untuk proses penyembuhan.

  1. Campurkan 1 sendok teh bubuk kunyit ke dalam 1 ½ cangkir susu, rebus hingga mendidih dan kemudian biarkan mendidih selama 5 menit.
  2. Tambahkan sedikit madu murni dan minum susu kunyit ini dua kali sehari untuk mempromosikan penyembuhan.
  3. Kamu dapat memilih untuk mengambil suplemen kurkumin, tetapi hanya setelah berkonsultasi dengan dokter.

3. Lakukan latihan peregangan

Latihan yang lembut akan membantu menjaga mobilitas di jarimu dan juga membantu proses penyembuhan, sehingga jarimu akan kembali ke fungsi optimal secepat mungkin.

  1. Renggangkan jari-jarimu, kemudian tarik mereka bersama-sama ke dalam posisi tinju. Ulangi 10 sampai 15 kali. Lakukan latihan ini sebanyak yang kamu bisa sepanjang hari.
  2. Genggam bola tenis atau peras bola di telapak tanganmu. Remaslah selama 10 detik, kemudian lepaskan. Lakukan latihan ini selama 10 menit. Ulangi 5 sampai 10 kali sehari.
  3. Bungkus karet gelang di sekitar ibu jari dan jari-jari, kemudian coba untuk membuka dan menutup tanganmu yang terjerat karet gelang selama 5 sampai 10 menit. Lakukan beberapa kali sehari.

4. Rendam di dalam air hangat

Sementara kompres dingin efektif, merendam jari yang terkena di dalam air hangat juga dapat memainkan bagian dalam proses penyembuhan dengan cara melemaskan tendon dan otot. Sebuah rendaman air hangat juga meningkatkan aliran darah, membantu mengurangi rasa sakit dan memungkinkanmu untuk menggerakkan jari dengan lebih mudah.

  1. Isi mangkuk dengan air hangat.
  2. Tambahkan 1 sendok makan garam Epsom ke dalamnya (Opsional).
  3. Rendam jari yang terkena di dalamnya selama 5 menit.
  4. Lakukan 4 atau 5 kali sepanjang hari.

5. Istirahatkan jarimu

Salah satu cara terbaik untuk mengatasi trigger finger adalah untuk mengistirahatkan jari yang terkena selama setidaknya tiga atau empat minggu. Istirahat yang cukup adalah komponen kunci untuk menyembuhkan tendonnya. Hal tersebut juga akan mengurangi kekakuan dn peradangan serta mempercepat waktu penyembuhan. Di sisi lain, jika kamu menaruh tekanan pada jari yang terkena, kamu bisa memperparah peradangan dan rasa sakitnya.

Istirahatkan jari yang terkena trigger finger sebanyak mungkin dan hindarilah aktivitas yang membutuhkan tindakan mencengkeram berulang-ulang, menggenggam berulang-ulang atau penggunaan jangka panjang dari mesin genggam bergetar.

Dan itulah penjelasan mengenai apa itu Trigger Finger? Gimana adakah diantara anda yang memiliki perkerjaan yang melelahkan jari? Untuk itu ada baiknya untuk selalu berwaspada dan memperhatikan kondisi jari, agar apa? Agar pelatuk jari tak menghampiri jari tangan anda. Untuk itu demikianlah pembahasan hari ini, semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi anda pembaca sekalian.