Pada usia muda, pria cenderung lebih berisiko mengalami serangan jantung daripada perempuan. Hal ini karena secara alami perempuan memproduksi hormon estrogen. Tetapi, hal tersebut berubah saat perempuan memasuki fase menopause. Setelah usia 60 tahun, pria dan perempuan memiliki kemungkinan yang sama untuk terkena penyakit serangan jantung. Serangan jantung menjadi momok menakutkan bagi kebanyakan orang.

Terlebih saat ini jumlah korbannya dari golongan usia produktif mengalami peningkatan. Jika kita bicara penyebab serangan jantung yang utama maka jawabannya tak lain adalah penyakit jantung koroner. Namun yang menjadi pertanyaan, adakah faktor-faktor lain yang memicu terjadinya penyakit jantung koroner dan serangan jantung?

Penyebab Serangan Jantung

s

Serangan jantung atau istilah medisnya infark miokard adalah kondisi ketika aliran darah kaya oksigen menuju otot jantung berkurang atau berhenti. Dikutip dari wikipedia, infark miokard berarti kematian jaringan (infarksi) dari otot jantung (miokardium). Infark miokard atau serangan jantung merupakan tipe dari sindrom koroner yang sudah akut, dan menyebabkan perubahan mendadak pada aliran darah ke jantung.

Berbeda dengan penyebab sindrom koroner akut, seperti angina tidak stabil, serangan jantung terjadi ketika adanya kematian sel. Hal ini harus didukung dengan hasil tes darah enzim jantung berupa troponin atau CK-MB. Perlu dibedakan antara serangan jantung dengan serangan jantung mendadak, karena serangan jantung mendadak adalah ketika jantung tiba-tiba berhenti bekerja atau berdetak, berbeda dengan deskripsi serangan jantung.

Penyebab utama yang acap kali memicu terjadinya serangan jantung yaitu penyakit jantung koroner. Jantung koroner sendiri merupakan penyakit jantung yang terjadi karena pembuluh darah koroner mengalami penyempitan akibat penumpukan plak dari zat-zat seperti lemak dan kolesterol di dinding pembuluh darah koroner. Plak yang lepas atau retak dapat menimbulkan gumpalan darah (trombus) yang kemudian menghambat suplai oksigen juga pasokan darah ke jantung melalui pembuluh darah koroner. Sudah bisa ditebak, kondisi inilah yang pada akhirnya akan menyebabkan seseorang terkena serangan jantung.

Selain penyakit jantung koroner, berikut adalah penyebab lain untuk serangan jantung:

  • Penyalahgunaan obat-obatan

Obat-obatan stimulan saraf seperti kokain, amphetamine (shabu) dan methamphetamine (disebut juga kristal Meth) bisa menyebabkan penyempitan pembuluh koroner, menghambat pasokan darah, serta memicu terjadinya serangan jantung. Serangan jantung yang terjadi pada pemakai kokain menjadi penyebab utama kematian pada usia muda.

  • Aneurisma

Ini adalah kondisi ketika terdapat kelemahan pada dinding pembuluh darah. Dinding pembuluh darah yang melemah akhirnya tidak akan bisa menahan tekanan dari darah yang mengalir melewatinya. Akibatnya pembuluh darah akan mengalami keretakan. Jika aneurisma terjadi di pembuluh koroner, maka aliran darah terhambat dan serangan jantung terjadi.

  • Hipoksia atau kekurangan oksigen di dalam dara

Kadar oksigen dalam darah bisa menurun karena keracunan karbonmonoksida atau fungsi paru yang rusak. Sebagai akibatnya, tubuh dialiri darah yang tidak mengandung oksigen dan akhirnya memicu terjadinya serangan jantung.

Gejala Serangan Jantung

ss

  • Nyeri Dada

Gejala paling umum untuk serangan jantung adalah nyeri dada, dan digambarkan seperti dada yang terasa sesak dan berat. Nyeri dada ini kerap menjalar ke lengan kiri, tetapi juga bisa menjalar ke rahang bawah, leher, lengan kanan, punggung, dada area bagian atas. Untuk serangan jantung akut, nyeri akan terasa di dada, lengan kanan, dan bahu. Selain itu nyeri ini terasa merata atau tidak terpusat pada satu titik, serta tidak membaik walau pasien berubah posisi, dan akan bertahan kira-kira selama lebih dari 20 menit.

  • Berkeringat, Mual dan Pingsan

Berkeringat merupakan respon tubuh ketika tubuh kekurangan oksigen. Begitu pula dengan mual atau muntah, akan terjadi ketika sistem pencernaan tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Kehilangan kesadaran disebabkan oleh tidak terpenuhinya kadar oksigen yang memadai ke otak, atau dapat juga karena shock kardiogenik (kondisi ketika sirkulasi darah tidak lagi memadai untuk memenuhi kebutuhan organ karena kegagalan fungsi utama ventrikel jantung).

  • Lemas dan Kelelahan

Merasa lelah, kepala terasa ringan, palpitasi, dan abnormalitas irama jantung atau tekanan darah termasuk gejala-gejala yang jarang terjadi. Dan dipicu oleh lonjakan katekolamin dari sistem saraf simpatik, yang merupakan respon atas nyeri dan tekanan darah rendah yang muncul. Anda juga akan merasa kelelahan, ketika otot-otot tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi untuk mengganti pembakaran energi yang telah digunakan untuk bergerak.

  • Nafas Pendek

Nafas pendek adalah gejala serangan jantung yang biasanya terjadi pada wanita, dan bahkan terkadang menjadi satu-satunya gejala serangan jantung yang terasa. Hal ini bisa terjadi saat kerusakan pada jantung membatasi aliran keluar pada ventrikel kiri sehingga tubuh otomatis merespon dengan nafas pendek untuk mencukupi kadar oksigen yang berkurang, atau aktifitas nafas meningkat karena edema pulmonalis.

Jantung adalah salah satu organ penting dalam tubuh manusia. Memompa darah ke berbagai bagian tubuh dan penurunan fungsi pada organ ini dapat menyebabkan konsekuensi yang serius. Jantung mengendalikan seluruh kegiatan peredarah darah, dengan melibatkan pembuluh darah sebagai salurannya. Jantung memompa darah ke seluruh tubuh melalui kontraksi berirama dengan bantuan listrik jantung. Darah ini dipompa ke seluruh tubuh.

Jantung memiliki empat ruang yang masing-masing memiliki fungsi tertentu. Organ ini terletak di dalam rongga dada tepatnya di bawah paru-paru sebelah kiri (pada umumnya), dan dilindungi oleh tulang dada (sternum) dan tulang rusuk (costae). Ukuran jantung lebih kurang sebesar kepalan tangan orang dewasa. Namun yang menjadi pertanyaannya ialah adakah pencegahan agar tak mengalami yang namanya serangan jantung?

Pencegahan Serangan Jantung

aa

Serangan jantung dapat dicegah dengan melakukan perubahan gaya hidup dan mengobati kondisi kesehatan yang ada seperti diabetes dan hipertensi. Cara-cara pencegahan serangan jantung juga mengurangi risiko stroke. Terdapat banyak bentuk perubahan pada gaya hidup yang bisa dilakukan semua orang.

Memilih makanan yang sehat bisa dianggap sebagai cara terbaik. Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak yang tinggi dapat memperparah atau meningkatkan risiko serangan jantung. Lemak dari makanan akan membentuk plak di pembuluh darah sehingga menghalangi aliran darah.

Segera hentikan kebiasaan rokok. Merokok adalah salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan meningkatkan tekanan darah. Selain itu, merokok juga menyebabkan aterosklerosis atau penumpukan lemak pada pembuluh darah.

Senantiasa berupaya menjaga tekanan darah adalah langkah tepat selanjutnya. Hipertensi atau tekanan darah tinggi akan memberikan beban yang berat pada pembuluh darah dan jantung. Hal ini meningkatkan risiko terkena serangan jantung. Hipertensi bisa dikurangi dengan menjalani diet makanan sehat, membatasi konsumsi minuman keras (alkohol) dan garam, men

Cara Mengatasi Serangan Jantung

l

Seseorang bisa kembali pulih dari serangan jantung tergantung kepada tingkat kerusakan otot jantung yang terjadi. Ada yang membutuhkan waktu beberapa bulan dan ada pula yang butuh waktu hanya beberapa minggu. Tujuan dari proses pemulihan yang dilakukan adalah:

Mengurangi risiko terulangnya serangan jantung. Hal ini bisa dilakukan dengan perubahan gaya hidup yang dilakukan pasien sendiri. Termasuk di antaranya perubahan menu makanan dan konsumsi obat-obatan.

Mengembalikan kebugaran fisik. Hal ini bertujuan agar Anda bisa kembali melakukan aktivitas sesuai kebutuhan Anda. Kematian sering kali terjadi sebelum pasien mencapai rumah sakit, atau dalam satu bulan setelah pasien mengalami serangan jantung. Apabila pasien berhasil bertahan selama sebulan setelahnya, kemungkinan besar mereka untuk bertahan hidup sangat bagus.

Peluang hidup seseorang yang pernah mendapatkan serangan jantung bergantung pada beberapa hal.

  1. Usia pasien. Apabila usia orang yang mengalami serangan jantung makin tua, kemungkinan terjadinya komplikasi akan bertambah.
  2. Tingkat keparahan serangan jantung juga berpengaruh kepada peluang hidup seseorang. Yang paling utama adalah seberapa parah kerusakan otot jantung yang terjadi. 
  3. Waktu yang dibutuhkan seseorang hingga dia mendapatkan pertolongan saat mengalami serangan jantung. Makin lama penanganan serangan jantung, maka peluang hidupnya akan makin berkurang.

Tips Penting Untuk Mencegah Serangan Jantung

dd

Olahraga. Olahraga kini menjadi kebutuhan dasar bagi manusia modern. Apalagi, pekerjaan Anda mengharuskan Anda untuk duduk di belakang meja kantor selama berjam-jam. Hal ini tentu dapat menyebabkan munculnya lapisan lemak berlebih di tubuh. Oleh karena itu, luangkan waktu setidaknya 30 menit untuk berolahraga setiap hari untuk menjaga kesehatan tubuh.

Tidur Nyenyak. Kerja memang penting, tetapi tubuh Anda juga memerlukan istirahat yang cukup. Tidur malam selama kurang lebih 8 jam berguna untuk menyegarkan serta mengisi ulang energi tubuh Anda.

Hindari Stres. Salah satu cara yang paling ampuh untuk mencegah serangan jantung adalah dengan menghindari stres. Selain tubuh, pikiran Anda juga perlu diistirahatkan. Caranya, lakukan hal-hal yang Anda sukai (hobi) di sela-sela kesibukan Anda yang super menguras pikiran Anda. Masalah memang bagian dari kehidupan, tetapi Anda juga harus pintar mengatasinya.

Periksakan Kondisi Tubuh. Jika usia Anda 30 tahun atau lebih, periksakan kondisi kesehatan tubuh Anda minimal setahun sekali. Hal ini diperlukan untuk memastikan kesehatan liver, tekanan darah, gula darah dan lipid Anda.

Waspadai Lemak. Lemak memiliki beberapa jenis, yaitu lemak jenuh, tak jenuh tunggal, lemak trans dan lemak tak jenuh ganda. Mengkonsumsi jenis lemak yang sesuai akan membuat Anda terhindar dari serangan jantung. Hindari pula untuk memakai minyak goreng yang sudah digunakan.

Faktor Keturunan. Jika Anda memiliki riwayat keluarga yang memiliki penyakit jantung, Anda juga berisiko terkena penyakit tersebut. Namun, Anda tidak perlu berputus asa atau pasrah dengan keadaan. Cara terbaik yang dapat Anda lakukan adalah dengan menerima kenyataan serta melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mencegah serangan jantung.

Gimana? Sudah tahukan apa yang menjadi penyebab seseorang mengalami hal semacam ini. Nah untuk itu sekian ulasan mengenai serangan jantung ini. Pastikan Anda selalu memperhatikan kesehatan jantung Anda dengan menerapkan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat. Untuk itu demikianlah pembahasan yang ada diatas, semoga penjelasan yang ada diatas dapat membantu pembaca dalam mengetahui hal-hal apa saja yang dapat mengakibatkan serangan jantung.