Yah, pada bulan-bulan tertentu musim hujan akan membasahi bumi ini, kamu tahukan bahwa banyak dari kita yang terhambat beraktifitas dikarenakan musim hujan telah tiba. Musim basah adalah musim dengan ciri meningkatnya curah hujan di suatu wilayah dibandingkan biasanya dalam jangka waktu tertentu secara tetap.

Musim hujan hanya dikenal di wilayah dengan iklim tropis. Biasanya musim hujan ini pasti sedikit mengganggu aktifitas serta kinerja di lapangan. Yah, banyak sekali hambatan ketika musim hujan telah tiba.

Namun, untuk mencegah terkenanya tetesan air hujan pastinya kamu perlu sesuatu untuk melindungi tubuhmu. Yah, seperti halnya mantel hujan yang dikenakan banyak orang saat berkendaraan dan juga tak lupa dengan benda bantu yang satu ini “payung”. Pasti kamu sering melihat banyak orang yang pada saat musim hujan menggunakan benda tersebut, namun tahukah kamu bahwa payung telah digunakan manusia pada masa lampau (zaman kuno).

Asal Usul Payung

1

Payung adalah suatu benda pegang yang digunakan untuk mencegah hujan mengguyur tubuh seseorang. Juga digunakan untuk menciptakan bayang-bayang dan mencegah terpaparnya orang oleh sinar matahari. Payung juga digunakan untuk menahan cahaya matahari.

Payung adalah salah satu benda peninggalan yang berasal dari bangsa Tiongkok. Meskipun payung dianggap sebagai barang yang biasa saja atau tepatnya bisa dikatakan ‘sederhana’, tapi kamu mungkin tidak tahu bahwa proses penciptaan payung di masa lampau tidaklah semudah dan sesederhana yang kita lihat sekarang.

Karena diperlukan waktu berabad-abad hingga akhirnya payung tersebut bisa digunakan secara umum diseluruh dunia seperti saat ini. Mengenai ditemukannya payung, ada banyak legenda-legenda rakyat yang menceritakannya, satu diantaranya paling tersebar luas adalah cerita “Luban Penemu Payung”.

Luban adalah Bapak Pertukangan di Tiongkok. Menurut catatan “Kepingan Giok”, payung ditemukan oleh isteri Luban. Payung pertama dibuat dari sebuah rangka fleksibel yang ditutupi dengan kain atau kertas yang dilapisi lilin untuk membuatnya tahan air.

Di Tiongkok kuno, payung bukan dipakai sebagai pelindung dari panas dan hujan, tetapi juga memiliki makna dalam masyarakat. Pada akhir Dinasti Wei, payung digunakan dalam upacara-upacara dan tata cara pejabat tinggi disebut “Payung Luo”.

2

Menurut Tso Chun, Payung Luo adalah simbol dari kedudukan dan status bagi para pejabat. Sebagai contoh, para pejabat dari Dinasti Han. Penemuan arkeologis di situs Luoyang juga telah membuktikan bahwa payung berasal dari masa Dinasti Zhou, yaitu sekitar abad 6 SM, yang telah memakai teknologi perunggu dan sistem engsel yang kompleks, dengan kunci geser dan baut. Sedangkan referensi tertua yang menjelaskan bahwa payung berasal dari China adalah Zhou Li dari masa abad 4 SM.

Para peneliti menduga bahwa ide dari penciptaan payung ini diturunkan dari pembuatan tenda (yang bentuknya tidak banyak berubah sampai sekarang). Saat itu payung juga digunakan untuk orang – orang yang berpangkat tinggi. Selain untuk melindungi tubuh saat hujan, payung ini juga difungsikan untuk melindungi tubuh dari sengatan sinar matahari.

Meningkatnya pertukaran budaya dengan negara asing, menyebabkan payung secara bertahap menyebar ke luar negeri. Sebagai contoh, Jepang telah mengirimkan 19 utusannya ke Dinasti Tang untuk mempelajari kebudayaan Tiongkok. Dengan demikian, teknik pembuatan payung sudah diperkenalkan di Jepang.

3

Pada pertengahan abad ke-18, pengusaha Inggris membawa payung ke negaranya setelah datang dari Tiongkok, yang membangkitkan pengaruh besar di Inggris Raya. Sampai pertengahan abad ke-19 payung telah menjadi suatu keharusan bagi orang–orang Inggris.

Payung memang benda sederhana yang banyak manfaatnya. Perkembangan payung pada masa ini dapat kamu lihat sendiri bukan? Bahkan banyaknya tipe payung yang memiliki tampilan berbeda-beda membuat beberapa negara menjadikan payung sebagai souvenir atau oleh-oleh sebuah negara yang diperjual belikan kepada wisatawan ataupun turis.

Bicarain mengenai payung, tahukah kamu bahwa kini ada inovasi terbaru mengenai sebuah payung dan mungkin ini bukan sembarang payung loh guys.

Payung Ini Bisa Prediksi Cuaca

4

Memasuki masa transisi musim tersebut menyebabkan banyak orang yang malas membawa payung setiap saat karena cuaca yang sulit diprediksi. Apa jadinya bila musim hujan telah datang, kamu malah lupa mempersiapkan payung. Pasti ini hal yang menjengkelkan bukan? Pergi kerja kamu harus hujan-hujanan dan nggak mungkin juga bila harus balik kerumah.

Yang pasti hal ini buat kesel saja. Nah, kalau masalah tinggal meninggal atau bahkan hilang diambil orang/ditelan bumi. Kini Pesatnya perkembangan teknologi saat ini membuat orang-orang semakin kreatif mengeluarkan sebuah produk.

Salah satunya Payung, ada beberapa upaya untuk meningkatkan fungsi payung dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan payung ini dapat memprediksa cuaca, wah keren bangetkan. Bukan cuma itu saja payung ini sangat berbeda dari payung-payung yang biasa.

5

Cara mengetahui apakah hari ini bakal turun hujan atau tidak, pengguna hanya perlu menggoyangkan bagian gagang payung, lalu lampu pun akan menyala. Lampu yang dihadirkan terdiri dari dua warnayakni merah dan hijau. Perubahan warna tergantung kondisi cuaca yang diramalkan.

Karena payung tersebut bisa terhubung ke smartphone, maka perangkat ini akan memberitahukan notifikasi keadaan cuaca dalam bentuk getaran. Jika ada pesan masuk atau panggilan masuk ke smartphone, maka gagang payung akan bergetar.

6

Yah, seperti yang kita tahu bahwa perkembangan payung pada era modern ini membuat tampilan atau bahkan fungsinya yang semakin canggih saja, Seperti Rain Shield merupakan payung yang dapat menimalisir efek angin, kemudian ada Air Umbrella yang menggunakan kipas untuk agar air hujan tidak membasahi penggunanya, dan Nubrella payung yang dipakai seperti helm. Dan kali ini “kisha” payung super canggih pertama di dunia.

Apa Itu Kisha?

7

Adalah sebuah payung cerdas yang dirancang agar dapat memberikan pemberitahuan kepada pemiliknya ketika payung ini tertinggal atau dicuri. Payung ini memanfaatkan koneksi Bluetooth dan terhubung pada ponsel pemiliknya untuk mengirimkan pemberitahuan. Payung ini disertai aplikasi digital sebagai perantara yang menghubungkan payung dengan ponsel. Yah dia begitu berbeda dari payung biasanya.

  • Cara Kerja Kisha;
  1. Payung yang berada di luar jangkauan pemiliknya akan mengirim pesan pemberitahuan kepada ponsel.
  2. Dapat memberitahu prakiraan cuaca dan memberi rekomendasi apakah pengguna harus membawa payung atau tidak.
  3. Terbuat dari bahan yang tahan angin dan korosi. Kisha juga dirancang dengan 16 tangkai terbuat dari polyurethane yang dapat membuat payung menutup dan terbuka dengan sempurna.

8

Di dalamnya menggunakan baterai yang diklaim bisa digunakan selama 3-6 bulan. Selain fitur pintar tersebut, Kisha sebagai payung biasa juga tidak melupakan fitur dasarnya sebagai payung dimana Kisha punya kualitas yang baik sehingga tidak mudah rusak dan mudah dibuka/ ditutup ketika dibutuhkan. Dan jangan khawatir juga akan harga yang ditawarkan kepada kamu, payung cerdas ini dapat dibeli dengan harga US$ 59 atau sekitar Rp 740 ribu.

9

Tidak perlu khawatir, karena apabila payung mahal ini ketinggalan, Kisha akan memberikan notifikasi ke ponsel apabila payung Kisha berada di luar jangkauan Bluetooth sehingga kita akan mengingat bahwa payung kita tertinggal.

Kamu tidak perlu khawatir kalau notifikasi terus berbunyi padahal payung berada di lokasi aman karena Kisha tidak akan menggangu anda (mengeluarkan notifikasi) ketika lokasinya berada di tempat yang sudah disimpan di database, misalnya Kisha tidak akan berbunyi ketika berada di rumah, mobil atau kantor.

Bahkan tanpa fungsi cerdas, Kisha adalah payung yang mengesankan. Jadi tak heran bila harga payung ini sangat berbeda dari payung biasa. Gimana? Kamu tertarik menggunakan payung ini?